Polytron Catat Lonjakan Penjualan Motor Listrik 2026

INDOPOS.ONLINE – Di tengah meningkatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia, Polytron mencatatkan performa impresif dengan lonjakan penjualan motor listrik hingga dua kali lipat pada kuartal awal 2026. Pertumbuhan tersebut semakin memperkuat posisi Polytron sebagai salah satu pemimpin pasar motor listrik nasional dengan total populasi pengguna yang kini mendekati 50.000 pengguna di seluruh Indonesia.

Seiring tren pasar kendaraan listrik yang terus bergerak positif, Polytron optimistis menargetkan penjualan sebanyak 3.500 unit motor listrik setiap bulan. Capaian tersebut dinilai menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kesiapan ekosistem kendaraan listrik yang dikembangkan perusahaan.

Momentum positif ini juga diperkuat dengan apresiasi dari industri otomotif nasional. Model unggulan Polytron Fox 350 resmi meraih penghargaan “Motor Listrik Terbaik 2026” dalam ajang bergengsi Uzone Choice Awards 2026.

Penghargaan tersebut diberikan berkat hadirnya berbagai teknologi modern yang mengutamakan kenyamanan dan keamanan berkendara. Polytron Fox 350 dibekali fitur smart keyless system, konektivitas smartphone, regenerative braking level 2 untuk efisiensi daya, cruise control, hingga hill start assist yang membantu pengendara saat melintasi medan menanjak.

Head of Group Product EV 2W Polytron, Ilman Fachrian Fadly, menyatakan bahwa peningkatan penjualan dan jumlah pengguna menjadi bukti nyata perubahan perilaku masyarakat terhadap kendaraan listrik.

“Pertumbuhan penjualan sebesar 2x lipat dan pencapaian hampir 50.000 pengguna merupakan data konkret bahwa masyarakat sudah bergerak dari fase coba-coba menuju adopsi kendaraan listrik secara konsisten. Penghargaan untuk Fox 350 menjadi validasi objektif bahwa fokus kami pada teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia sangat menjawab kebutuhan mobilitas harian konsumen,” ujar Ilman.

Fleksibilitas Kepemilikan Jadi Daya Tarik

Selain inovasi teknologi, peningkatan adopsi lini Polytron Fox Series juga didorong oleh fleksibilitas skema kepemilikan yang ditawarkan kepada konsumen. Polytron menghadirkan opsi buy-to-own atau pembelian putus beserta baterai, serta skema sewa baterai.

Skema sewa baterai dinilai menjadi solusi praktis bagi konsumen karena mampu menekan biaya pembelian awal sekaligus memberikan jaminan perawatan dan penggantian baterai selama masa sewa berlangsung.

Untuk mempercepat transisi menuju kendaraan bebas emisi, Polytron menghadirkan program khusus bertajuk “aMAYzing Move” yang berlangsung sepanjang 1 hingga 31 Mei 2026.

Melalui program tersebut, Polytron memberikan subsidi langsung kepada konsumen tanpa proses rumit untuk sejumlah produk motor listrik unggulannya, meliputi:

  • Subsidi Rp7.000.000 untuk seri FOX R dan FOX 200
  • Subsidi Rp6.500.000 untuk seri FOX 350
  • Subsidi Rp5.000.000 untuk lini premium FOX 500

Program “aMAYzing Deal” ini diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan yang lebih praktis, efisien, dan ramah lingkungan.

Informasi lebih lanjut mengenai spesifikasi produk maupun jaringan dealer dapat diakses melalui Polytron Official Website serta akun Instagram resmi @polytron.ev.

Diet Nabati Sehat Turunkan Risiko Demensia

INDOPOS.ONLINE – Menjaga kesehatan otak pada usia matang kini menjadi perhatian utama, khususnya bagi perempuan dengan gaya hidup aktif. Sebuah studi skala besar yang dipublikasikan dalam jurnal medis Neurology milik American Academy of Neurology pada April 2026 mengungkap keterkaitan signifikan antara pola makan dan risiko demensia.

Penelitian tersebut menganalisis data dari Multiethnic Cohort Study yang melibatkan lebih dari 92.000 peserta. Temuan utamanya menunjukkan bahwa kualitas makanan berbasis tumbuhan memiliki peran lebih besar dibanding sekadar menghindari produk hewani. Individu yang secara konsisten mengonsumsi makanan nabati sehat tercatat memiliki risiko demensia 12 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak memperhatikan kualitas nutrisi.

Demensia merupakan istilah medis yang merujuk pada sekumpulan gejala penurunan fungsi kognitif secara signifikan, termasuk gangguan memori, penurunan kemampuan berpikir, serta kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini umumnya terjadi pada usia lanjut, sering kali di atas 65 tahun, meski proses degeneratifnya dapat dimulai jauh lebih awal tanpa disadari. Gejala awal yang kerap muncul meliputi gangguan ingatan jangka pendek, disorientasi waktu dan tempat, hingga perubahan kepribadian. Tanpa intervensi gaya hidup yang tepat, demensia dapat menurunkan kualitas hidup secara drastis.

Studi tersebut mengategorikan makanan nabati sehat sebagai konsumsi biji-bijian utuh, buah-buahan, sayuran hijau, minyak nabati berkualitas, kacang-kacangan, serta minuman seperti teh dan kopi. Sebaliknya, pola makan berbasis tumbuhan yang tidak sehat—seperti biji-bijian olahan, kentang goreng, serta makanan tinggi gula tambahan—justru meningkatkan risiko demensia hingga 25 persen apabila dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang.

Temuan ini menegaskan bahwa tidak semua makanan berbasis tumbuhan memberikan manfaat optimal bagi kesehatan otak, terutama jika melalui proses pengolahan intensif atau mengandung kadar gula tinggi.

Lebih lanjut, penelitian juga mengungkap bahwa konsumsi telur dalam jumlah wajar berkaitan dengan penurunan risiko demensia sebesar 12 persen. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan diet terbaik bukanlah eliminasi total produk hewani, melainkan pola makan seimbang yang mengutamakan bahan pangan utuh serta membatasi makanan olahan.

Dengan demikian, kombinasi antara asupan nutrisi berkualitas, stimulasi kognitif berkelanjutan, dan aktivitas fisik rutin menjadi strategi efektif dalam menjaga kesehatan otak. Pendekatan ini dinilai mampu membantu perempuan Indonesia mempertahankan fungsi kognitif secara optimal hingga usia lanjut.

Terikat Janji, Drama Baru RCTI Sarat Konflik

INDOPOS.ONLINE – RCTI kembali menghadirkan tayangan drama terbaru bertajuk Terikat Janji, sebuah sinetron yang diproyeksikan menjadi magnet baru bagi pemirsa nasional. Kehadiran serial ini juga menandai kembalinya Arya Saloka ke layar kaca setelah vakum selama tiga tahun, sebuah momentum yang telah lama dinantikan publik.

Mengusung narasi cinta yang kompleks dan sarat intrik, Terikat Janji menghadirkan konflik yang tidak sekadar romantis, tetapi juga dipenuhi pengkhianatan dan dinamika keluarga. Deretan pemeran utama yang terlibat antara lain Arya Saloka, Asha Assuncao, Fendy Chow, Yoriko Angeline, Rizky Hanggono, Kinaryosih, hingga Ibob Tarigan.

Serial ini dijadwalkan tayang perdana pada Senin, 6 April 2026, dan akan mengisi slot utama setiap hari pukul 19.00 WIB di RCTI.

Cerita berpusat pada Davina (Asha Assuncao), seorang putri konglomerat yang mengalami kejatuhan akibat pengkhianatan. Dalam upaya mempertahankan harga diri, ia menjalin hubungan pura-pura dengan Sena (Arya Saloka), seorang pedagang ketoprak. Namun, relasi yang awalnya bersifat strategis tersebut perlahan berkembang menjadi keterikatan emosional yang lebih dalam.

Alur cerita semakin kompleks ketika terungkap bahwa Sena bukan sosok sederhana. Ia menyimpan masa lalu kelam serta tujuan tersembunyi yang berpotensi menghancurkan keluarga Davina. Ketegangan mencapai puncak saat fakta mengenai kematian Ryan terkuak, yang melibatkan ayah Davina serta intrik dari ibu tirinya.

Situasi tersebut menggeser dinamika hubungan antar tokoh: cinta berubah menjadi pertaruhan, sementara keluarga justru menjadi sumber konflik utama.

Arya Saloka mengungkapkan bahwa karakter Sena memiliki lapisan emosional yang kuat. “Sena bukan sekadar pria sederhana. Dia adalah seseorang yang menyimpan kehilangan besar, tapi tetap memilih untuk mencintai. Di situlah kekuatan ceritanya—tentang luka, keikhlasan, dan makna dari sebuah janji,” ujarnya saat ditemui dalam sesi jumpa pers di MNC Pictures, Jakarta Barat, Senin, 30 Maret 2026.

Dengan kekuatan narasi emosional, konflik keluarga yang tajam, serta pendekatan romansa yang dekat dengan realitas sosial masyarakat, Terikat Janji dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu tayangan unggulan RCTI di slot prime time.

Dukungan Ekraf Dorong Industri Gim Nasional Naik Kelas

INDOPOS.ONLINE – Kementerian Ekonomi Kreatif menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan industri gim dan esports nasional melalui kehadiran pada perayaan ulang tahun ke-8 PUBG MOBILE yang berlangsung pada 28–29 Maret 2026 di Surabaya, Jawa Timur.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, dalam kesempatan tersebut pada Sabtu (28/3) menekankan bahwa gim merupakan salah satu subsektor strategis dalam ekonomi kreatif Indonesia.

Sebagaimana dikutip dari siaran pers kementerian yang dikonfirmasi pada Senin, Irene menyatakan bahwa Indonesia tidak hanya berperan sebagai pasar gim, tetapi juga sebagai sumber talenta kreatif yang potensial di tingkat global.

Untuk itu, Kementerian Ekonomi Kreatif terus mendorong penyedia platform gim global agar menjalin kolaborasi dengan pelaku kreatif dalam negeri.

“Gamers Indonesia itu salah satu yang paling besar, nomor dua di seluruh dunia setelah China. Jadi kalau misalnya kita bukan hanya mampu bermain game, tetapi juga bisa mengembangkan digital assets untuk bikin konten-konten, kan teman-teman kita jago banget bikin konten ya. Maka Indonesia will be on the map,” ujar Irene.

Ia menjelaskan, di balik setiap gim besar terdapat rantai nilai kreatif yang panjang, melibatkan berbagai profesi seperti pemrogram, seniman gim, komposer musik, penulis cerita, animator, hingga manajer komunitas.

“Kementerian Ekraf berkomitmen membangun ekosistem yang tidak hanya melahirkan pro player, tapi juga talenta di balik layar pelatih, analis, broadcaster, event organizer, seluruh rantai profesi kreatif di industri ini,” katanya.

Lebih lanjut, Irene menegaskan visi pemerintah untuk mendorong transformasi peran Indonesia di industri gim global.

“Cita-cita kami jelas, yaitu Indonesia harus naik kelas dari sekadar konsumen game menjadi kreator game,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyoroti dampak ekonomi nyata dari penyelenggaraan acara tersebut terhadap daerah.

Ia mengungkapkan bahwa event berskala nasional seperti perayaan ulang tahun PUBG MOBILE mampu mendorong perputaran ekonomi lokal melalui kehadiran peserta dari berbagai daerah.

“Tadi saya menyapa ada yang dari Jakarta, ada dari Kalimantan. Ini kan ekonomi nyata. Mereka datang ke sini, mereka makan, mereka belanja, dan dibuatkan event,” ujarnya.

Menurut Emil, kegiatan ini menjadi bukti bahwa industri digital tidak hanya berdampak secara virtual, tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap ekonomi riil.

“Kita ingin di digital jangan hanya jadi penonton, tapi harus ada di sini. Nah, PUBG terima kasih sudah menyadari itu dan buat event sebesar ini di sini, jadi ini (ekonomi) bukan hanya berputar di dunia digital, ini ekonomi real-nya ada,” pungkasnya.

Strategi Hemat LPG di Dapur Hadapi Krisis Energi

INDOPOS.ONLINE – Di tengah dinamika geopolitik global yang berpotensi memicu krisis energi, pemerintah mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam penggunaan energi, termasuk bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG).

Menanggapi situasi tersebut, Technical Chef dari produsen tepung beras, Cheff Igun Gunawan, membagikan sejumlah langkah praktis yang dapat diterapkan masyarakat untuk menghemat penggunaan LPG dalam aktivitas rumah tangga sehari-hari.

Menurut Chef Gun, langkah mitigasi terhadap ancaman krisis energi tidak selalu harus berskala besar. Peran masyarakat dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, termasuk dalam aktivitas memasak di dapur.

“Banyak yang menganggap krisis energi merupakan tanggung jawab pemerintah atau industri besar. Padahal, aktivitas dapur rumah tangga juga memiliki kontribusi signifikan. Cara memasak setiap hari sangat menentukan,” ujarnya di Jakarta, Minggu.

Ia menilai, pola memasak masyarakat Indonesia masih cenderung kurang efisien. Salah satu kebiasaan yang kerap terjadi adalah menyalakan kompor sebelum seluruh bahan siap diolah, yang tanpa disadari menyebabkan pemborosan gas.

“Sering kali kompor sudah menyala, tetapi bahan masih dalam tahap persiapan. Hal ini terlihat sepele, namun jika dilakukan setiap hari, dampaknya cukup besar terhadap konsumsi energi,” jelasnya.

Chef Gun, yang juga aktif membina pelaku UMKM di wilayah Jawa Barat, menekankan bahwa efisiensi tidak hanya berkaitan dengan waktu, tetapi juga teknik pengolahan. Salah satu metode sederhana yang dapat diterapkan adalah merendam bahan makanan sebelum dimasak guna mempercepat proses pemanasan.

“Teknik seperti merendam bahan sebenarnya sudah lama dikenal, tetapi sering diabaikan. Padahal, cara ini efektif mempercepat proses memasak tanpa menambah durasi penggunaan api,” ungkapnya.

Selain faktor kebiasaan, aspek teknis juga menjadi perhatian. Kondisi kompor yang tidak terawat dapat menghambat proses pembakaran secara optimal. Kotoran pada burner, yang berasal dari sisa kuah, minyak, atau air, berpotensi mengganggu aliran gas dan meningkatkan konsumsi energi.

“Indikator pembakaran yang baik adalah api berwarna biru. Jika berubah menjadi kuning, itu menandakan pembakaran tidak sempurna dan energi terbuang,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya pemahaman dasar terkait penggunaan api dalam memasak. Persepsi bahwa api besar mempercepat proses memasak dinilai keliru dan justru berpotensi meningkatkan pemborosan energi.

“Api sedang lebih stabil dan efisien. Selain menghemat energi, hasil masakan juga cenderung lebih optimal,” tambahnya.

Menurut Chef Gun, penerapan prinsip efisiensi energi di tingkat rumah tangga dapat memberikan dampak signifikan apabila dilakukan secara kolektif oleh masyarakat luas.

“Ketahanan energi tidak hanya ditentukan dari sisi hulu, tetapi juga hilir. Rumah tangga memiliki peran penting yang perlu diperkuat melalui edukasi berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa meskipun masyarakat tidak dapat mengendalikan konflik global, setiap individu memiliki kendali atas penggunaan energi di lingkungan rumah masing-masing.

“Kontribusi besar dapat dimulai dari hal kecil, termasuk bagaimana kita mengelola energi di dapur,” pungkasnya.

Exit mobile version