Tottenham Akhiri Kontrak Tudor Usai 6 Pekan

INDOPOS.ONLINE – Klub Liga Inggris Tottenham Hotspur resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Igor Tudor setelah hanya enam pekan menukangi tim asal London Utara tersebut.

Mengutip laman resmi klub pada Senin, manajemen Tottenham menyatakan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara kedua pihak untuk mengakhiri kontrak lebih cepat.

Selain Tudor, dua staf kepelatihan lainnya yakni pelatih kiper Tomislav Rogic dan pelatih fisik Riccardo Ragnacci juga dipastikan meninggalkan klub.

Dalam pernyataan resminya, Tottenham menyampaikan apresiasi atas kontribusi ketiganya selama masa kerja yang singkat tersebut.
“Kami berterima kasih kepada Igor, Tomislav dan Riccardo untuk kerja keras mereka selama enam pekan terakhir, di mana mereka bekerja tanpa lelah,” tulis klub.

Manajemen juga menyampaikan simpati atas situasi pribadi yang tengah dihadapi Tudor.
“Kami juga turut berduka cita atas kehilangan yang baru-baru ini dialami Igor dan menyampaikan dukungan kami kepadanya dan keluarganya di masa sulit ini,” lanjut pernyataan tersebut.

Lebih lanjut, Tottenham menegaskan bahwa pengumuman terkait pelatih kepala baru akan disampaikan dalam waktu dekat.

Igor Tudor sendiri ditunjuk sebagai pelatih Tottenham pada 14 Februari 2026 untuk menggantikan Thomas Frank yang sebelumnya diberhentikan. Namun, masa kepemimpinannya berlangsung singkat dan tidak mampu memberikan dampak signifikan terhadap performa tim.

Selama enam pekan, pelatih asal Kroasia tersebut memimpin Tottenham dalam tujuh pertandingan di berbagai kompetisi dengan rata-rata perolehan 0,57 poin per laga. Dari total pertandingan tersebut, Tottenham hanya meraih satu kemenangan, satu hasil imbang, dan menelan lima kekalahan.

Satu-satunya kemenangan yang diraih terjadi pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions saat Tottenham mengalahkan Atletico Madrid dengan skor 3-2 di London. Meski demikian, hasil tersebut tidak cukup untuk membawa mereka melaju ke babak berikutnya.

Keputusan ini menandai langkah cepat Tottenham dalam melakukan evaluasi performa tim, sekaligus menjadi sinyal bahwa klub tengah berupaya mencari stabilitas dan arah baru menjelang fase krusial musim.

Prancis Tundukkan Kolombia 3-1 di Maryland

INDOPOS.ONLINE – Timnas Prancis mengamankan kemenangan dengan skor 3-1 atas Kolombia dalam laga persahabatan yang berlangsung di Stadion Northwest, Maryland, Minggu waktu setempat.

Kemenangan Prancis ditentukan oleh dua gol Desire Doue serta satu gol tambahan dari Marcus Thuram. Sementara itu, Kolombia hanya mampu membalas melalui satu gol Jaminton Campaz, sebagaimana dicatat FIFA.

Hasil ini menjadi kemenangan kedua berturut-turut bagi Prancis dalam rangkaian jeda internasional di Amerika Serikat, setelah sebelumnya menundukkan Brasil dengan skor 2-1 pada pekan lalu.

Sejak awal pertandingan, kedua tim langsung menampilkan permainan terbuka dengan saling melancarkan serangan. Namun, upaya yang dibangun baik oleh Prancis maupun Kolombia belum mampu menciptakan ancaman berarti pada fase awal laga.

Kolombia sempat memperoleh peluang melalui sepakan jarak jauh James Rodriguez, tetapi bola masih dapat diamankan dengan baik oleh penjaga gawang Prancis, Brice Samba.

Prancis akhirnya berhasil membuka keunggulan pada menit ke-29 melalui gol Desire Doue yang mengubah skor menjadi 1-0.

Menjelang akhir babak pertama, tepatnya pada menit ke-41, Marcus Thuram menggandakan keunggulan Prancis menjadi 2-0. Gol tersebut tercipta setelah ia memanfaatkan umpan Maghnes Akliouche dengan sundulan yang tidak mampu diantisipasi kiper Kolombia, Alvaro Montero.

Doue hampir menambah koleksi golnya sebelum turun minum, namun upayanya masih dapat digagalkan oleh Montero.

Memasuki babak kedua, Prancis kembali menunjukkan dominasi. Pada menit ke-56, Doue mencetak gol keduanya setelah menyelesaikan umpan dari Thuram, sekaligus membawa Prancis unggul 3-0.

Kolombia tidak tinggal diam meski tertinggal tiga gol. Tim tersebut sempat memberikan ancaman melalui sepakan Jhon Cordoba, namun kembali dapat diamankan oleh Samba.

Upaya Kolombia akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-77. Jaminton Campaz berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3 setelah memaksimalkan umpan dari Jefferson Lerma.

Di sisa waktu pertandingan, Kolombia terus berupaya menekan untuk menambah gol. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-1 untuk kemenangan Prancis tetap bertahan.

Hashtag:

Meta Deskripsi:

Juventus Hantam Napoli 3-0, Spalletti Sebut Mentalitas “Si Nyonya Tua” Makin Solid

INDOPOS.ONLINE– Juventus sukses mengamankan kemenangan krusial saat menjamu Napoli dalam laga giornata ke-22 Liga Italia, Senin dini hari WIB. Kemenangan telak 3-0 ini dinilai pelatih Luciano Spalletti bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan suntikan kepercayaan diri yang vital bagi perjalanan skuadnya musim ini.

Meskipun skor akhir menunjukkan selisih yang mencolok, Spalletti mengakui bahwa jalannya pertandingan tidaklah mudah. Napoli memberikan perlawanan sengit di berbagai fase laga sebelum akhirnya Juventus mampu memecah kebuntuan dan mendominasi.

“Kemenangan ini jelas menjadi suntikan kepercayaan diri lain bagi tim. Pertandingan berlangsung seimbang dalam waktu yang lama dan sulit, namun akhirnya kami menang dengan pantas,” ujar Spalletti dalam sesi konferensi pers usai laga, sebagaimana dilansir dari laman resmi klub.

Eks pelatih timnas Italia itu memberikan apresiasi tinggi terhadap kedewasaan bermain anak asuhnya yang mampu menjaga intensitas serangan tanpa kehilangan fokus di lini pertahanan sepanjang 90 menit.

Thuram: Kekuatan Kami Terbukti Gelandang muda Juventus, Khephren Thuram, turut menyuarakan kepuasannya. Pemain asal Prancis itu menilai performa kontra Napoli menjadi penegasan bahwa Juventus memiliki kedalaman skuad yang mumpuni untuk bersaing di papan atas.

“Kami memainkan pertandingan yang hebat. Kami tahu kami tim yang kuat, dan malam ini kami membuktikannya lagi di lapangan,” kata putra legenda Lilian Thuram tersebut. Ia juga memuji peran strategis Spalletti yang berhasil mengangkat level permainan setiap individu di dalam tim.

Persaingan Klasemen dan Fokus Eropa Tambahan tiga angka ini mengokohkan posisi Juventus di peringkat kelima klasemen sementara Serie A dengan koleksi 42 poin. Meski masih tertinggal sepuluh poin dari Inter Milan di puncak klasemen, tren positif ini menjadi modal berharga bagi I Bianconeri.

Agenda padat kini menanti Juventus. Skuad asuhan Spalletti dijadwalkan terbang ke Prancis untuk menghadapi AS Monaco dalam lanjutan Liga Champions pada Kamis (29/1), sebelum kembali fokus ke liga domestik melawan Parma pada awal Februari mendatang.

Dominasi di Rod Laver Arena, Lorenzo Musetti Tantang Djokovic di Perempat Final Australian Open

INDOPOS.ONLINE – Bintang tenis Italia, Lorenzo Musetti, tampil memukau saat mengandaskan perlawanan sesama penghuni peringkat Top 10, Taylor Fritz, dalam babak 16 besar Australian Open pada Senin siang. Kemenangan tiga set langsung ini mengantarkan Musetti ke babak perempat final perdananya di Melbourne, sekaligus menjadwalkan pertemuan sengit melawan sang juara bertahan, Novak Djokovic.

Bermain di bawah terik matahari Rod Laver Arena, unggulan kelima ini menunjukkan performa servis yang hampir tanpa celah. Musetti mengunci kemenangan dengan skor meyakinkan 6-2, 7-5, dan 6-4 hanya dalam waktu dua jam tiga menit.

“Servis saya hari ini benar-benar menjadi kunci. Saya merasa telah memberikan salah satu performa servis terbaik sepanjang karier sejauh ini,” ungkap petenis berusia 23 tahun tersebut sebagaimana dikutip dari laman resmi ATP.

Kemenangan ini menjadi tonggak sejarah bagi Musetti yang sebelumnya belum pernah melewati pekan pertama di Melbourne. Capaian ini menyempurnakan awal musimnya yang impresif setelah sempat menembus final di Hong Kong.

Strategi Agresif Musetti Meski sebelumnya harus melakoni laga maraton lima set melawan Tomas Machac, Musetti tak menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Ia mendikte permainan dari garis belakang (baseline) dengan melepaskan 33 winner. Penggunaan variasi forehand topspin yang kuat terbukti ampuh memaksa Taylor Fritz melakukan banyak kesalahan sendiri.

Sebaliknya, Fritz tampak kesulitan sejak awal. Persentase servis pertamanya di set pertama hanya mencapai 42 persen. Walau sempat memanggil fisioterapis karena masalah pada tangannya, Fritz gagal mematahkan satu pun poin servis Musetti (0/2 break point).

“Pelatih selalu mendorong saya untuk lebih agresif dan mengambil inisiatif serangan. Saya mencoba tidak bermain terlalu pasif seperti sebelumnya,” jelas Musetti mengenai perubahan gaya permainannya di lapangan keras.

Ujian Berat Menanti Di babak delapan besar, tantangan besar telah menanti Musetti. Ia akan menghadapi Novak Djokovic yang melaju setelah lawannya, Jakub Mensik, mengundurkan diri. Berdasarkan catatan pertemuan, Djokovic unggul telak 9-1 atas Musetti. Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (28/1) tersebut akan menjadi ujian mental bagi Musetti untuk memutus rentetan enam kekalahan beruntunnya dari petenis nomor satu dunia itu.

Kemenangan atas Fritz ini juga memperbaiki rekor pertemuan mereka menjadi 4-3 sekaligus menjadi kemenangan pertama Musetti atas wakil Amerika Serikat tersebut di permukaan lapangan keras.

Musetti Tampil Klinis, Tekuk Fritz dan Lolos ke Delapan Besar Australian Open

INDOPOS.ONLINE – Lorenzo Musetti memastikan tempat di perempat final Australian Open (AO) usai mengalahkan Taylor Fritz, Senin. Petenis Italia itu menang meyakinkan 6-2, 7-5, 6-4 di Rod Laver Arena, sekaligus mencatat perempat final Grand Slam keempat dalam kariernya dan yang pertama di Melbourne.

Kunci kemenangan Musetti datang dari servis yang konsisten dan agresif. Ia membukukan 13 ace serta memenangi 84 persen poin dari servis pertama, sebagaimana dikutip dari ATP.

“Saya rasa hari ini servis saya benar-benar berjalan dengan baik,” kata Musetti. “Saya rasa saya membuat salah satu penampilan ace terbaik dalam karier saya sejauh ini, jadi saya sangat, sangat senang.”

Petenis berusia 23 tahun itu menilai performanya di awal musim 2025 menjadi dorongan besar. Ia menegaskan targetnya memang mengawali tahun dengan baik karena sebelumnya belum pernah melewati pekan pertama di Australian Open.

“Ketika saya menyelesaikan musim lalu cukup terlambat, tujuannya adalah untuk memulai dengan baik tahun ini, karena saya belum pernah melewati minggu pertama di sini,” ujarnya. “Mencapai final di Hong Kong, memenangi ganda di Hong Kong dan sekarang berada di perempat final, bagi saya, ini benar-benar sebuah mimpi.”

Di perempat final, unggulan kelima Musetti akan menantang Novak Djokovic. Djokovic melaju setelah petenis Ceko Jakub Mensik mundur akibat cedera otot perut. Berdasarkan rekor pertemuan, Djokovic unggul 9-1 atas Musetti dan datang ke laga perempat final pada Rabu (28/1) dengan catatan enam kemenangan beruntun atas petenis Italia tersebut.

Dalam laga melawan Fritz, Musetti tetap terlihat segar meski baru dua hari sebelumnya menjalani duel lima set selama empat jam 27 menit kontra Tomas Machac. Di bawah terik matahari siang, ia mendominasi reli dari garis belakang, menghasilkan 33 winner, serta memaksimalkan forehand topspin untuk memaksa Fritz melakukan kesalahan.

Fritz sendiri tersendat sejak set pertama. Statistik ATP mencatat persentase servis pertama petenis Amerika itu hanya 42 persen pada set pembuka. Walau ritme servisnya membaik, Fritz tetap gagal menekan balik karena tidak mampu memanfaatkan break point (0/2).

Fritz sempat memanggil fisioterapis saat kedudukan 3-2 di set kedua. Pada fase krusial, Musetti mematahkan servis Fritz tanpa kehilangan poin ketika skor 5-5, lalu menutup set untuk memimpin dua set.

Momentum Musetti berlanjut pada set ketiga. Ia kembali mematahkan servis Fritz pada gim pembuka dan menjaga jarak hingga mengunci kemenangan dalam waktu dua jam tiga menit.

“Saya jelas meningkatkan servis saya dan terutama mencoba untuk lebih agresif dengan forehand dan mencoba menggunakan variasi saya untuk memimpin permainan,” kata Musetti saat menjelaskan penyesuaian di lapangan keras. Ia mengakui sebelumnya sempat bermain terlalu jauh dan terlalu pasif dalam reli, hingga pelatihnya meminta ia lebih berani mengambil inisiatif.

Musetti disebut sedang berada di level peringkat tertinggi dalam kariernya dalam dua pekan ini. Pada musim lalu, ia menorehkan rekor terbaik dengan 45 kemenangan di level tur serta tampil di ATP Finals akhir tahun untuk pertama kalinya.

Kemenangan ini juga memperbarui catatan head to head Musetti menjadi 4-3 atas Fritz. Fritz sebelumnya mengalahkan peraih medali perunggu tunggal putra Olimpiade 2024 Paris itu di Turin pada November. Hasil di Melbourne menjadi kemenangan pertama Musetti atas Fritz di lapangan keras.

Tunggal Putra Paceklik Gelar All England 25 Tahun, Ini Saran Untuk Jonatan dkk

Sudah 25 tahun tunggal putra puasa gelar juara All England 2019. Legenda bulutangkis, Haryanto Arbi, meminta agar Jonatan Christie dkk berlatih lebih keras lagi.

Indonesia hanya merebut satu gelar juara dari All England 2019, yakni dari pasangan nonpelatnas, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Dengan kekuatan tiga pemain di sektor tunggal, tak satupun yang lolos ke semifinal.

Anthony Sinisuka Ginting tersingkir di babak pertama, Jonatan Christie menyudahi penampilan di babak kedua, sedangkan Tommy harus pulang setelah kalah di perempatfinal.

Klasemen F1 2019 Usai Bottas Menangi GP Australia

Driver Mercedes Valtteri Bottas memenangi seri pembuka Formula 1 2019 dalam Grand Prix Australia. Berikut klasemen pebalap usai race tersebut.

Di Sirkuit Melbourne Park, Australia, Minggu (17/3/2019), Bottas menjadi yang tercepat dengan waktu 1 jam 25 menit 27.325 detik, unggul 20,8 detik dari rekan setimnya di Mercedes Lewis Hamilton.

Hamilton sendiri finis kedua, meski memulai balapan dari posisi terdepan.

Di tempat ketiga ada driver Red Bull Max Verstapen, disusul duo Ferrari Sebastian Vettel dan Charles Leclerc yang mengunci posisi lima besar.

Sementara Bottas pun memimpin klasemen pebalap dengan 26 poin. Driver asal Finlandia itu mendapat tambahan satu poin usai juga berhasil menorehkan waktu lap tercepat dalam balapan kali ini.

Aturan baru F1 sendiri akan memberi peraih waktu lap tercepat dalam posisi 10 besar tambahan satu angka.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Sabet Gelar Juara Dunia Kedua

Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi juara pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2017 di Glasgow, Skotlandia, Senin (28/8/2017) WIB.

Owi/Butet mengalahkan pasangan asal China, Zheng Siwei/Chen Qingchen, dengan skor 15-21, 21-16, 21-15.

Ini menjadi gelar juara dunia bulu tangkis kedua bagi Tontowi/Liliyana.

Penempatan bola yang mereka lakukan beberapa kali sukses mengelabui Tontowi/Liliyana.

Owi/Butet bangkit pada gim kedua berkat sejumlah kesalahan yang dilakukan Zheng/Chen.

Gim kedua akhirnya dimenangi oleh Tontowi/Liliyana dan pertandingan harus ditentukan melalui rubber game.

Pergantian Jitu Luis Milla yang Mengantar Indonesia ke Semifinal

Jakarta – Indonesia berhasil mengalahkan Kamboja 2-0. Sempat buntu di babak pertama, Luis Milla mengubah taktik dan berbuah hasil.

Bermain di Stadion Shah Alam, Malaysia, Kamis (24/8/2017) sore WIB, Luis Milla kembali menurunkan formasi andalal 4-2-3-1. Dengan target meraih kemenangan 3-0 atas Kamboja demi mengamankan tike ke semifinal. Marinus Maryanto Wanewar dimainkan sejak menit pertama.

Marinus disokong oleh Septian David Maulan yang tepat ada di belakang. Sementara itu, Osvaldo Haay dan Saddil Ramdani bertugas sebagai penyisir sisi kanan dan kiri.

Exit mobile version