banner 728x250

Lurah Kota Bambu Utara Ajak Warga RW 07 Pilah Sampah dari Rumah

H. Setia Budi lurah Kotabambu Utara sosialisasi pilah sampah dari sumbernya diwilayah RW 0 7 (foto dokumen kelurahan kbu)
banner 120x600
banner 468x60

INDOPOS.ONLINE – Lurah Kota Bambu Utara, H. Setia Budi, mengajak warga RW 07 untuk semakin disiplin memilah sampah dari sumbernya. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi “Pilah Sampah dari Sumbernya” yang digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat kesadaran warga dalam mengelola sampah sejak dari rumah.

Sosialisasi ini menjadi penting karena persoalan sampah di Jakarta tidak lagi bisa hanya diselesaikan di tempat pembuangan akhir. Kesadaran warga di tingkat rumah tangga menjadi kunci utama agar volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantar Gebang dapat ditekan secara bertahap.

banner 325x300

“Mulai 10 Mei, warga DKI Jakarta harus disiplin memilah sampah dari sumbernya. Ini bukan lagi sekadar imbauan, tetapi kebutuhan mendesak karena kapasitas Bantar Gebang sudah tidak mampu terus menjadi tumpuan utama pembuangan akhir sampah Jakarta. Karena itu, kami mengajak seluruh warga untuk bertanggung jawab sejak dari rumah, dengan memilah sampah organik, anorganik, dan residu agar pengelolaan sampah bisa berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” tegas Lurah KBU, H. Setia Budi.

Dalam kegiatan tersebut, warga RW 07 didorong untuk memahami bahwa pemilahan sampah bukan pekerjaan tambahan yang rumit, melainkan kebiasaan sederhana yang dapat memberi dampak besar. Sampah organik seperti sisa makanan, sayur, buah, dan daun dapat diolah kembali. Sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, kertas, dan logam dapat dipilah untuk didaur ulang atau disalurkan melalui bank sampah. Sementara sampah residu perlu dipisahkan agar tidak mencemari jenis sampah lain yang masih memiliki nilai manfaat.

H. Setia Budi menekankan, salah satu persoalan terbesar dalam pengelolaan sampah Jakarta adalah tingginya komposisi sampah organik. Padahal, jika dikelola dengan benar, sampah organik dapat diubah menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

“Hampir separuh sampah yang masuk ke Bantar Gebang merupakan sampah organik. Karena itu, tantangan terbesar kita bukan hanya mengurangi volume sampah, tetapi memastikan sampah organik dapat diolah secara tepat agar terurai dan memiliki nilai manfaat. Hasilnya bisa menjadi pupuk padat, pupuk cair untuk taman-taman, bahkan produk turunan lain yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Lurah KBU, H. Setia Budi.

Melalui sosialisasi ini, Kelurahan Kota Bambu Utara berharap RW 07 dapat menjadi salah satu lingkungan yang aktif membangun budaya pilah sampah dari rumah. Perubahan perilaku warga menjadi fondasi penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan tertata.

Gerakan pilah sampah dari sumbernya juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berlanjut menjadi kebiasaan kolektif. Dengan keterlibatan warga, pengurus RT/RW, kader lingkungan, dan unsur kelurahan, pengelolaan sampah dapat dilakukan lebih terarah, mulai dari pemilahan, pengumpulan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali.

Lurah Kota Bambu Utara menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada komitmen bersama. Setiap rumah tangga memiliki peran penting untuk mengurangi beban sampah kota. Dengan memilah sampah sejak dari rumah, warga tidak hanya membantu pemerintah, tetapi juga ikut menjaga masa depan lingkungan Jakarta.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *