banner 728x250
Berita  

Sensus Ekonomi 2026 Cakup Pelaku Usaha Digital RI

Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Bekasi mulai dilaksanakan sejak 15 Juni 2026 hingga 31 Agustus 2026
banner 120x600
banner 468x60

INDOPOS.ONLINE – Perubahan lanskap ekonomi digital membuat cakupan Sensus Ekonomi 2026 tidak lagi terbatas pada perusahaan besar, pabrik, maupun toko yang memiliki bangunan fisik di Indonesia. Sensus kali ini menjangkau lebih luas, seiring berkembangnya berbagai model usaha berbasis internet dan media sosial.

Di Kabupaten Bekasi, pelaku usaha digital seperti influencer, TikToker, konten kreator, hingga penjual online yang menjalankan aktivitas usahanya dari rumah turut menjadi bagian dari pendataan Badan Pusat Statistik (BPS).

banner 325x300

Langkah tersebut dilakukan untuk menangkap dinamika baru aktivitas ekonomi masyarakat yang terus berubah. Pemanfaatan internet dan media sosial sebagai sumber penghasilan kini menjadi bagian penting dalam perekonomian, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Pendataan Sensus Ekonomi 2026 telah dimulai sejak 15 Juni 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.

Ketua Tim Humas BPS Kabupaten Bekasi, Rengga Adhy Pratama, mengatakan petugas sensus akan mendatangi langsung lokasi usaha maupun tempat tinggal pelaku usaha. Hal itu dilakukan untuk memperoleh data yang akurat dan komprehensif.

“Tujuan utama Sensus Ekonomi 2026 adalah memotret aktivitas ekonomi masyarakat secara menyeluruh,” kata Rengga, Rabu (24/6/2026).

Menurut Rengga, hasil pendataan tersebut nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan dan perencanaan ekonomi yang lebih tepat sasaran.

Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS Kabupaten Bekasi mengerahkan sekitar 2.400 petugas lapangan. Para petugas tersebut telah menjalani pelatihan pada 2–14 Juni 2026 sebelum diterjunkan ke lapangan.

“Para petugas direkrut melalui platform Sobat BPS dengan latar belakang yang beragam, mulai dari mahasiswa hingga ibu rumah tangga yang telah memenuhi persyaratan dan lolos proses seleksi,” ungkapnya.

Rengga menjelaskan, perkembangan ekonomi digital membuat banyak pelaku usaha tidak lagi bergantung pada toko atau kantor fisik. Berbagai aktivitas bisnis kini dapat dijalankan dari rumah dengan memanfaatkan platform digital dan media sosial.

Karena itu, BPS memperluas cakupan pendataan agar mampu menjangkau sektor-sektor ekonomi baru yang terus berkembang.

Selain pelaku usaha online, profesi seperti influencer, konten kreator, TikToker, penyanyi, pembawa acara atau MC, hingga penyedia jasa yang memperoleh pendapatan dari aktivitas ekonominya juga menjadi bagian dari Sensus Ekonomi 2026.

BPS berharap masyarakat dapat memberikan informasi yang benar dan terbuka kepada petugas sensus.

Data yang terkumpul diharapkan mampu menggambarkan kondisi riil perekonomian, termasuk kemunculan sektor usaha digital yang kini semakin berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bekasi maupun secara nasional.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *