Terikat Janji, Drama Baru RCTI Sarat Konflik

INDOPOS.ONLINE – RCTI kembali menghadirkan tayangan drama terbaru bertajuk Terikat Janji, sebuah sinetron yang diproyeksikan menjadi magnet baru bagi pemirsa nasional. Kehadiran serial ini juga menandai kembalinya Arya Saloka ke layar kaca setelah vakum selama tiga tahun, sebuah momentum yang telah lama dinantikan publik.

Mengusung narasi cinta yang kompleks dan sarat intrik, Terikat Janji menghadirkan konflik yang tidak sekadar romantis, tetapi juga dipenuhi pengkhianatan dan dinamika keluarga. Deretan pemeran utama yang terlibat antara lain Arya Saloka, Asha Assuncao, Fendy Chow, Yoriko Angeline, Rizky Hanggono, Kinaryosih, hingga Ibob Tarigan.

Serial ini dijadwalkan tayang perdana pada Senin, 6 April 2026, dan akan mengisi slot utama setiap hari pukul 19.00 WIB di RCTI.

Cerita berpusat pada Davina (Asha Assuncao), seorang putri konglomerat yang mengalami kejatuhan akibat pengkhianatan. Dalam upaya mempertahankan harga diri, ia menjalin hubungan pura-pura dengan Sena (Arya Saloka), seorang pedagang ketoprak. Namun, relasi yang awalnya bersifat strategis tersebut perlahan berkembang menjadi keterikatan emosional yang lebih dalam.

Alur cerita semakin kompleks ketika terungkap bahwa Sena bukan sosok sederhana. Ia menyimpan masa lalu kelam serta tujuan tersembunyi yang berpotensi menghancurkan keluarga Davina. Ketegangan mencapai puncak saat fakta mengenai kematian Ryan terkuak, yang melibatkan ayah Davina serta intrik dari ibu tirinya.

Situasi tersebut menggeser dinamika hubungan antar tokoh: cinta berubah menjadi pertaruhan, sementara keluarga justru menjadi sumber konflik utama.

Arya Saloka mengungkapkan bahwa karakter Sena memiliki lapisan emosional yang kuat. “Sena bukan sekadar pria sederhana. Dia adalah seseorang yang menyimpan kehilangan besar, tapi tetap memilih untuk mencintai. Di situlah kekuatan ceritanya—tentang luka, keikhlasan, dan makna dari sebuah janji,” ujarnya saat ditemui dalam sesi jumpa pers di MNC Pictures, Jakarta Barat, Senin, 30 Maret 2026.

Dengan kekuatan narasi emosional, konflik keluarga yang tajam, serta pendekatan romansa yang dekat dengan realitas sosial masyarakat, Terikat Janji dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu tayangan unggulan RCTI di slot prime time.

Strategi Dapur Hadapi Ancaman El Nino Ekstrem

INDOPOS.ONLINE – Istilah “Godzilla El Nino” mungkin terdengar seperti judul film fiksi ilmiah. Namun di balik istilah tersebut, tersimpan peringatan serius terkait fenomena iklim ekstrem yang berpotensi membawa musim kemarau lebih panjang dan kering mulai April mendatang.

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah mengambil langkah antisipatif dengan memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Stok beras yang dikelola Perum Bulog tercatat meningkat signifikan sebesar 77,8% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai 4,08 juta ton. Selain itu, ketersediaan komoditas lain seperti jagung, daging, dan telur juga terus dipantau secara ketat.

“Kita harus mampu berdiri di atas kaki sendiri. Kebutuhan pangan harus ditopang hasil keringat petani kita,” tegas Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam keterangannya, Minggu.

Meski kesiapan pemerintah menunjukkan sinyal positif, peran rumah tangga tetap menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas konsumsi pangan. Dalam konteks ini, ibu rumah tangga memegang peran strategis sebagai pengelola keuangan dan logistik keluarga, terutama dalam menghadapi potensi kenaikan harga akibat dampak iklim ekstrem.

Berikut langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang terhadap kebutuhan dapur:

1. Optimalisasi Pengelolaan Stok Pangan

Pemerintah memastikan ketersediaan beras dan minyak goreng dalam kondisi aman. Namun demikian, pengelolaan stok di tingkat rumah tangga tetap diperlukan. Penerapan sistem first-in, first-out (FIFO) menjadi langkah efektif untuk menjaga kualitas bahan pangan. Disarankan untuk menjaga ketersediaan bahan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng untuk kebutuhan 2 hingga 4 minggu guna mengantisipasi fluktuasi harga di pasar.

2. Diversifikasi Sumber Karbohidrat

Ketersediaan jagung nasional saat ini berada dalam kondisi melimpah, bahkan Indonesia tidak lagi mengimpor jagung pakan sejak 2025. Kondisi ini membuka peluang untuk diversifikasi konsumsi pangan. Jagung, singkong, dan ubi dapat menjadi alternatif sumber karbohidrat yang tidak hanya bergizi, tetapi juga relatif lebih stabil dari sisi harga.

7
3. Penerapan Food Preparation

Kemarau panjang berpotensi meningkatkan harga sayuran, terutama jenis yang mudah layu. Oleh karena itu, penerapan food preparation menjadi strategi efisien. Sayuran dapat dicuci, dipotong, dan disimpan dalam wadah kedap udara untuk memperpanjang masa simpan. Selain itu, teknik pembekuan untuk bumbu dapur seperti cabai dan bawang dapat membantu menjaga ketersediaan bahan saat harga meningkat.

4. Efisiensi Penggunaan Air dan Energi

Kondisi kekeringan identik dengan keterbatasan air. Penggunaan air secara bijak menjadi langkah penting, seperti mencuci bahan makanan dalam wadah, bukan di bawah aliran air langsung. Air bekas cucian beras atau sayuran juga dapat dimanfaatkan kembali, misalnya untuk menyiram tanaman.

5. Pemanfaatan Lahan untuk Tanaman Pangan

Pemanfaatan lahan sempit melalui penanaman tanaman cepat panen seperti cabai, tomat, atau sawi dapat menjadi solusi jangka pendek. Teknik sederhana seperti penanaman dalam pot atau hidroponik memungkinkan rumah tangga tetap memiliki akses terhadap bahan pangan segar, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasar.
Menghadapi fenomena “Godzilla El Nino” tidak harus disikapi dengan kepanikan. Dengan dukungan stok nasional yang memadai serta manajemen rumah tangga yang terencana, kebutuhan pangan keluarga tetap dapat terjaga meskipun di tengah tekanan kondisi cuaca ekstrem.

Kepergian Ibunda Anji, Kisah Haru di Rumah

INDOPOS.ONLINE – Kabar duka menyelimuti dunia musik Tanah Air. Musisi Erdian Aji Prihartanto atau yang dikenal sebagai Anji kehilangan sosok ibunda tercinta, Siti Sundari, yang meninggal dunia pada 26 Maret 2026 setelah berjuang melawan penyakit jantung dan ginjal.

Usai prosesi pemakaman di TPU Mangunjaya, Anji mengungkapkan bahwa sang ibu mengembuskan napas terakhir di kediamannya, bukan di rumah sakit seperti yang sempat diduga.

Ia menjelaskan bahwa keluarga sempat membawa ibundanya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Namun, saat tiba, kondisi sang ibu diduga telah meninggal sejak masih berada di rumah.

“Mama bukannya masuk IGD karena sakit lalu meninggal, bukan. Tapi kita bawa ke IGD karena sepertinya sudah nggak ada di rumah,” ujar Anji.

Menurutnya, sang ibu telah lama menjalani pengobatan intensif akibat penyakit yang dideritanya. Kondisi kesehatan yang menurun dalam beberapa waktu terakhir menjadi bagian dari perjuangan panjang melawan penyakit jantung dan ginjal.

Momen terakhir yang dialami Anji bersama ibundanya pun menjadi kenangan mendalam. Peristiwa bermula ketika asisten rumah tangga melaporkan bahwa Siti Sundari tidak kunjung bangun pada pagi hari. Mendengar kabar tersebut, Anji yang tinggal tidak jauh dari rumah ibunya segera bergegas menuju lokasi.

Setibanya di sana, ia sempat mengira sang ibu masih tertidur. Namun, ketika berusaha membangunkan, kondisi yang dihadapi ternyata jauh lebih serius.

“Saya tepok-tepok ‘Mah, Mah, bangun Mah’, terus ngorok, terus kayaknya udah hilang di situ,” tuturnya.

Anji juga sempat merasakan denyut jantung ibundanya yang semakin melemah sebelum akhirnya berhenti. “Sebelumnya saya masih ngerasain ada denyut jantungnya lemah, tapi setelah itu kayak pas banget lagi saya pegang,” lanjutnya.

Meski kehilangan tersebut meninggalkan duka mendalam, pengalaman berada di momen terakhir sang ibu menjadi titik yang membuat Anji lebih menerima kepergian tersebut dengan ikhlas.

Ziarah Haru Rayakan Ultah Vidi Aldiano Ke-36

INDOPOS.ONLINE – Suasana haru menyelimuti makam Vidi Aldiano di TPU Tanah Kusir, Minggu (29/3/2026). Hari yang seharusnya menjadi momen ulang tahun ke-36 sang penyanyi justru diisi dengan doa bersama oleh keluarga dan para penggemar.

Puluhan penggemar tampak kompak mengenakan pakaian berwarna biru muda sambil membawa bunga mawar sebagai simbol cinta dan kenangan terhadap sosok yang mereka idolakan.

Keluarga turut hadir dalam momen tersebut, termasuk ayahanda Harry Kiss dan ibunda Besbarini. Kehadiran mereka mempertegas bahwa kenangan terhadap Vidi Aldiano tetap dijaga dengan penuh kasih oleh orang-orang terdekat.

“Vidi, hari ini kamu ulang tahun yang mengunjungi kamu banyak sekali, mudah-mudahan kamu lihat,” ujar Harry Kiss.

Momen ini menjadi bukti bahwa sosok Vidi Aldiano tetap hidup di hati banyak orang, bahkan setelah kepergiannya.

Di tengah suasana duka, Harry Kiss menghadirkan sentuhan kehangatan melalui candaan khasnya. Saat tiba di lokasi pemakaman, ia menyapa dengan gaya jenaka yang mencairkan suasana.

“Ini pengantinnya sudah datang. Mempelai perempuan mana?” ucapnya dengan nada bercanda.

Ia juga sempat berseloroh mengenai kondisi makam yang becek, bahkan melontarkan ide ringan tentang usaha sate kambing. “Ya sudah Pak Ebong bikin sate kambing saja di sini.”

Meski dibalut canda, suasana tetap terasa hangat dan penuh makna, mencerminkan cara keluarga mengenang Vidi Aldiano dengan cinta, keikhlasan, dan kenangan yang tak lekang oleh waktu.

Tottenham Akhiri Kontrak Tudor Usai 6 Pekan

INDOPOS.ONLINE – Klub Liga Inggris Tottenham Hotspur resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Igor Tudor setelah hanya enam pekan menukangi tim asal London Utara tersebut.

Mengutip laman resmi klub pada Senin, manajemen Tottenham menyatakan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara kedua pihak untuk mengakhiri kontrak lebih cepat.

Selain Tudor, dua staf kepelatihan lainnya yakni pelatih kiper Tomislav Rogic dan pelatih fisik Riccardo Ragnacci juga dipastikan meninggalkan klub.

Dalam pernyataan resminya, Tottenham menyampaikan apresiasi atas kontribusi ketiganya selama masa kerja yang singkat tersebut.
“Kami berterima kasih kepada Igor, Tomislav dan Riccardo untuk kerja keras mereka selama enam pekan terakhir, di mana mereka bekerja tanpa lelah,” tulis klub.

Manajemen juga menyampaikan simpati atas situasi pribadi yang tengah dihadapi Tudor.
“Kami juga turut berduka cita atas kehilangan yang baru-baru ini dialami Igor dan menyampaikan dukungan kami kepadanya dan keluarganya di masa sulit ini,” lanjut pernyataan tersebut.

Lebih lanjut, Tottenham menegaskan bahwa pengumuman terkait pelatih kepala baru akan disampaikan dalam waktu dekat.

Igor Tudor sendiri ditunjuk sebagai pelatih Tottenham pada 14 Februari 2026 untuk menggantikan Thomas Frank yang sebelumnya diberhentikan. Namun, masa kepemimpinannya berlangsung singkat dan tidak mampu memberikan dampak signifikan terhadap performa tim.

Selama enam pekan, pelatih asal Kroasia tersebut memimpin Tottenham dalam tujuh pertandingan di berbagai kompetisi dengan rata-rata perolehan 0,57 poin per laga. Dari total pertandingan tersebut, Tottenham hanya meraih satu kemenangan, satu hasil imbang, dan menelan lima kekalahan.

Satu-satunya kemenangan yang diraih terjadi pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions saat Tottenham mengalahkan Atletico Madrid dengan skor 3-2 di London. Meski demikian, hasil tersebut tidak cukup untuk membawa mereka melaju ke babak berikutnya.

Keputusan ini menandai langkah cepat Tottenham dalam melakukan evaluasi performa tim, sekaligus menjadi sinyal bahwa klub tengah berupaya mencari stabilitas dan arah baru menjelang fase krusial musim.

Prancis Tundukkan Kolombia 3-1 di Maryland

INDOPOS.ONLINE – Timnas Prancis mengamankan kemenangan dengan skor 3-1 atas Kolombia dalam laga persahabatan yang berlangsung di Stadion Northwest, Maryland, Minggu waktu setempat.

Kemenangan Prancis ditentukan oleh dua gol Desire Doue serta satu gol tambahan dari Marcus Thuram. Sementara itu, Kolombia hanya mampu membalas melalui satu gol Jaminton Campaz, sebagaimana dicatat FIFA.

Hasil ini menjadi kemenangan kedua berturut-turut bagi Prancis dalam rangkaian jeda internasional di Amerika Serikat, setelah sebelumnya menundukkan Brasil dengan skor 2-1 pada pekan lalu.

Sejak awal pertandingan, kedua tim langsung menampilkan permainan terbuka dengan saling melancarkan serangan. Namun, upaya yang dibangun baik oleh Prancis maupun Kolombia belum mampu menciptakan ancaman berarti pada fase awal laga.

Kolombia sempat memperoleh peluang melalui sepakan jarak jauh James Rodriguez, tetapi bola masih dapat diamankan dengan baik oleh penjaga gawang Prancis, Brice Samba.

Prancis akhirnya berhasil membuka keunggulan pada menit ke-29 melalui gol Desire Doue yang mengubah skor menjadi 1-0.

Menjelang akhir babak pertama, tepatnya pada menit ke-41, Marcus Thuram menggandakan keunggulan Prancis menjadi 2-0. Gol tersebut tercipta setelah ia memanfaatkan umpan Maghnes Akliouche dengan sundulan yang tidak mampu diantisipasi kiper Kolombia, Alvaro Montero.

Doue hampir menambah koleksi golnya sebelum turun minum, namun upayanya masih dapat digagalkan oleh Montero.

Memasuki babak kedua, Prancis kembali menunjukkan dominasi. Pada menit ke-56, Doue mencetak gol keduanya setelah menyelesaikan umpan dari Thuram, sekaligus membawa Prancis unggul 3-0.

Kolombia tidak tinggal diam meski tertinggal tiga gol. Tim tersebut sempat memberikan ancaman melalui sepakan Jhon Cordoba, namun kembali dapat diamankan oleh Samba.

Upaya Kolombia akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-77. Jaminton Campaz berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3 setelah memaksimalkan umpan dari Jefferson Lerma.

Di sisa waktu pertandingan, Kolombia terus berupaya menekan untuk menambah gol. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-1 untuk kemenangan Prancis tetap bertahan.

Hashtag:

Meta Deskripsi:

Dukungan Ekraf Dorong Industri Gim Nasional Naik Kelas

INDOPOS.ONLINE – Kementerian Ekonomi Kreatif menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan industri gim dan esports nasional melalui kehadiran pada perayaan ulang tahun ke-8 PUBG MOBILE yang berlangsung pada 28–29 Maret 2026 di Surabaya, Jawa Timur.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, dalam kesempatan tersebut pada Sabtu (28/3) menekankan bahwa gim merupakan salah satu subsektor strategis dalam ekonomi kreatif Indonesia.

Sebagaimana dikutip dari siaran pers kementerian yang dikonfirmasi pada Senin, Irene menyatakan bahwa Indonesia tidak hanya berperan sebagai pasar gim, tetapi juga sebagai sumber talenta kreatif yang potensial di tingkat global.

Untuk itu, Kementerian Ekonomi Kreatif terus mendorong penyedia platform gim global agar menjalin kolaborasi dengan pelaku kreatif dalam negeri.

“Gamers Indonesia itu salah satu yang paling besar, nomor dua di seluruh dunia setelah China. Jadi kalau misalnya kita bukan hanya mampu bermain game, tetapi juga bisa mengembangkan digital assets untuk bikin konten-konten, kan teman-teman kita jago banget bikin konten ya. Maka Indonesia will be on the map,” ujar Irene.

Ia menjelaskan, di balik setiap gim besar terdapat rantai nilai kreatif yang panjang, melibatkan berbagai profesi seperti pemrogram, seniman gim, komposer musik, penulis cerita, animator, hingga manajer komunitas.

“Kementerian Ekraf berkomitmen membangun ekosistem yang tidak hanya melahirkan pro player, tapi juga talenta di balik layar pelatih, analis, broadcaster, event organizer, seluruh rantai profesi kreatif di industri ini,” katanya.

Lebih lanjut, Irene menegaskan visi pemerintah untuk mendorong transformasi peran Indonesia di industri gim global.

“Cita-cita kami jelas, yaitu Indonesia harus naik kelas dari sekadar konsumen game menjadi kreator game,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyoroti dampak ekonomi nyata dari penyelenggaraan acara tersebut terhadap daerah.

Ia mengungkapkan bahwa event berskala nasional seperti perayaan ulang tahun PUBG MOBILE mampu mendorong perputaran ekonomi lokal melalui kehadiran peserta dari berbagai daerah.

“Tadi saya menyapa ada yang dari Jakarta, ada dari Kalimantan. Ini kan ekonomi nyata. Mereka datang ke sini, mereka makan, mereka belanja, dan dibuatkan event,” ujarnya.

Menurut Emil, kegiatan ini menjadi bukti bahwa industri digital tidak hanya berdampak secara virtual, tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap ekonomi riil.

“Kita ingin di digital jangan hanya jadi penonton, tapi harus ada di sini. Nah, PUBG terima kasih sudah menyadari itu dan buat event sebesar ini di sini, jadi ini (ekonomi) bukan hanya berputar di dunia digital, ini ekonomi real-nya ada,” pungkasnya.

Strategi Hemat LPG di Dapur Hadapi Krisis Energi

INDOPOS.ONLINE – Di tengah dinamika geopolitik global yang berpotensi memicu krisis energi, pemerintah mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam penggunaan energi, termasuk bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG).

Menanggapi situasi tersebut, Technical Chef dari produsen tepung beras, Cheff Igun Gunawan, membagikan sejumlah langkah praktis yang dapat diterapkan masyarakat untuk menghemat penggunaan LPG dalam aktivitas rumah tangga sehari-hari.

Menurut Chef Gun, langkah mitigasi terhadap ancaman krisis energi tidak selalu harus berskala besar. Peran masyarakat dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, termasuk dalam aktivitas memasak di dapur.

“Banyak yang menganggap krisis energi merupakan tanggung jawab pemerintah atau industri besar. Padahal, aktivitas dapur rumah tangga juga memiliki kontribusi signifikan. Cara memasak setiap hari sangat menentukan,” ujarnya di Jakarta, Minggu.

Ia menilai, pola memasak masyarakat Indonesia masih cenderung kurang efisien. Salah satu kebiasaan yang kerap terjadi adalah menyalakan kompor sebelum seluruh bahan siap diolah, yang tanpa disadari menyebabkan pemborosan gas.

“Sering kali kompor sudah menyala, tetapi bahan masih dalam tahap persiapan. Hal ini terlihat sepele, namun jika dilakukan setiap hari, dampaknya cukup besar terhadap konsumsi energi,” jelasnya.

Chef Gun, yang juga aktif membina pelaku UMKM di wilayah Jawa Barat, menekankan bahwa efisiensi tidak hanya berkaitan dengan waktu, tetapi juga teknik pengolahan. Salah satu metode sederhana yang dapat diterapkan adalah merendam bahan makanan sebelum dimasak guna mempercepat proses pemanasan.

“Teknik seperti merendam bahan sebenarnya sudah lama dikenal, tetapi sering diabaikan. Padahal, cara ini efektif mempercepat proses memasak tanpa menambah durasi penggunaan api,” ungkapnya.

Selain faktor kebiasaan, aspek teknis juga menjadi perhatian. Kondisi kompor yang tidak terawat dapat menghambat proses pembakaran secara optimal. Kotoran pada burner, yang berasal dari sisa kuah, minyak, atau air, berpotensi mengganggu aliran gas dan meningkatkan konsumsi energi.

“Indikator pembakaran yang baik adalah api berwarna biru. Jika berubah menjadi kuning, itu menandakan pembakaran tidak sempurna dan energi terbuang,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya pemahaman dasar terkait penggunaan api dalam memasak. Persepsi bahwa api besar mempercepat proses memasak dinilai keliru dan justru berpotensi meningkatkan pemborosan energi.

“Api sedang lebih stabil dan efisien. Selain menghemat energi, hasil masakan juga cenderung lebih optimal,” tambahnya.

Menurut Chef Gun, penerapan prinsip efisiensi energi di tingkat rumah tangga dapat memberikan dampak signifikan apabila dilakukan secara kolektif oleh masyarakat luas.

“Ketahanan energi tidak hanya ditentukan dari sisi hulu, tetapi juga hilir. Rumah tangga memiliki peran penting yang perlu diperkuat melalui edukasi berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa meskipun masyarakat tidak dapat mengendalikan konflik global, setiap individu memiliki kendali atas penggunaan energi di lingkungan rumah masing-masing.

“Kontribusi besar dapat dimulai dari hal kecil, termasuk bagaimana kita mengelola energi di dapur,” pungkasnya.

BPBD Ciamis Tangani Dampak Cuaca Ekstrem

INDOPOS.ONLINE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengerahkan tim untuk menangani wilayah terdampak bencana hidrometeorologi akibat hujan deras disertai angin kencang yang menyebabkan kerusakan rumah dan pohon tumbang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menyampaikan bahwa tim telah diterjunkan langsung ke lokasi terdampak sejak Minggu pagi.

“Kita langsung melakukan penanganan ke tempat kejadian perkara pada hari ini dimulai pukul 07.00 WIB, dengan prioritas di titik yang mengalami kerusakan paling parah,” ujar Ani saat meninjau wilayah terdampak di Kecamatan Purwadadi, Minggu.

Bencana cuaca ekstrem tersebut terjadi pada Sabtu (28/3) sore, melanda tiga kecamatan, yakni Purwadadi, Cisaga, dan Tambaksari. Dari ketiga wilayah tersebut, Kecamatan Purwadadi tercatat mengalami dampak paling signifikan.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 93 rumah di Purwadadi mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap. Sementara itu, di Kecamatan Cisaga terdapat dua rumah rusak, dan satu rumah di Tambaksari.

Ani memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, jumlah warga terdampak masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.

“Korban jiwa tidak ada, untuk jumlah jiwa yang terdampak saat ini masih dalam pendataan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa BPBD telah melakukan asesmen sejak malam hari setelah menerima laporan kejadian. Namun, proses tersebut sempat terkendala oleh padamnya aliran listrik di lokasi, sehingga menghambat pendataan dan penanganan awal.

“Tadi malam kami sudah melakukan asesmen ke lokasi, tetapi karena listrik padam, kondisi gelap sehingga pendataan dan penanganan tidak bisa dilakukan secara maksimal,” katanya.

Penanganan secara optimal baru dapat dilakukan pada pagi hari dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, aparat pemerintah setempat, serta instansi terkait lainnya.

Tim gabungan yang diterjunkan ke lapangan melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari pembersihan puing-puing bangunan, evakuasi pohon tumbang, hingga penyaluran bantuan logistik kepada warga terdampak.

“Untuk bantuan, kami sudah melaksanakan distribusi logistik kepada para korban,” kata Ani.

AWD Hemat Air 20 Persen Hadapi El Nino

INDOPOS.ONLINE – Kementerian Pertanian menerapkan metode Alternate Wetting and Drying (AWD) sebagai strategi efisiensi air irigasi hingga 20 persen dalam menghadapi ancaman fenomena El Nino ekstrem atau “Godzilla El Nino” yang berpotensi memicu kekeringan berkepanjangan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa metode AWD terbukti mampu menekan penggunaan air irigasi tanpa mengurangi produktivitas padi. “Metode AWD mampu mengurangi penggunaan air irigasi hingga 20 persen tanpa menurunkan produktivitas padi. Upaya efisiensi air menjadi kunci menghadapi musim kemarau yang kian tidak menentu,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Ia menegaskan bahwa teknologi tersebut merupakan bagian dari strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, dengan fokus pada optimalisasi penggunaan sumber daya air yang semakin terbatas. Melalui metode AWD, petani dapat mengatur pemberian air secara lebih terukur sehingga tanaman tetap tumbuh optimal meskipun dalam kondisi keterbatasan air.

Lebih lanjut, Mentan menekankan bahwa pengelolaan air menjadi faktor krusial dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian. “Pengelolaan air menjadi faktor krusial dalam keberhasilan produksi pertanian. Ketersediaan air yang terencana dan efisien sangat menentukan dalam menekan risiko kekeringan serta menjaga produktivitas,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementan, Fadjry Djufry, menjelaskan bahwa metode AWD merupakan inovasi yang dirancang untuk menjawab tantangan riil di lapangan, khususnya saat musim kemarau. Teknologi ini dinilai sebagai solusi adaptif dalam menghadapi keterbatasan air, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sistem penggenangan terus-menerus.

“Sehingga lebih siap menghadapi risiko kekeringan,” ujar Fadjry.

Ia menambahkan, AWD merupakan teknologi yang dikembangkan oleh International Rice Research Institute pada 2009 dan mulai diadaptasi di Indonesia sejak 2013 oleh Kementerian Pertanian. Berdasarkan hasil pengujian selama enam musim tanam, teknik ini terbukti mampu menekan kelangkaan air di lahan sawah, bahkan berpotensi menghindarinya. “Teknologi ini dapat menghemat penggunaan air irigasi 17–20 persen,” ujarnya.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa penerapan AWD mampu menekan penggunaan air secara signifikan tanpa menurunkan produktivitas padi. Dalam kondisi tertentu, efisiensi tersebut bahkan membuka peluang perluasan layanan irigasi ke lahan lain.

Selain itu, metode ini memberikan dampak positif terhadap lingkungan, antara lain melalui perbaikan kondisi tanah serta penurunan emisi gas rumah kaca dari lahan sawah.

Analis dari BRMP Lingkungan Pertanian Kementan, Ali Pramono, menjelaskan bahwa penerapan AWD dilakukan dengan mengatur siklus pengairan berdasarkan tingkat kelembapan tanah, sehingga sawah tidak selalu dalam kondisi tergenang. “Setelah fase penggenangan awal, air dibiarkan surut hingga batas tertentu sebelum diairi kembali,” jelasnya.

Pemantauan kondisi air dilakukan menggunakan alat sederhana berupa pipa paralon berdiameter 10–15 cm dengan panjang 30–100 cm yang dilubangi di seluruh sisi, dibungkus kain kassa, dan dibenamkan hingga menyisakan 10–20 cm di atas permukaan tanah. Alat ini bekerja dengan prinsip sederhana menyerupai piezometer.

Pipa ditempatkan di area yang mudah diakses, dekat pematang, untuk memudahkan pemantauan kedalaman air yang merepresentasikan kondisi rata-rata lahan. Pengairan kembali umumnya dilakukan ketika muka air di dalam pipa turun hingga kisaran 10–15 cm di bawah permukaan tanah, kemudian air diberikan kembali secara terbatas hingga mencapai tinggi 3–5 cm guna menjaga kelembapan tanah.

Siklus ini dilakukan secara berulang dengan penyesuaian terhadap kondisi lahan dan cuaca, serta tetap menjaga ketersediaan air pada fase-fase kritis seperti pemupukan, penyiangan, hingga fase bunting dan berbunga.

Menurut Ali, penerapan AWD tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan air, tetapi juga memperbaiki kondisi perakaran dan struktur tanah, sehingga tanaman menjadi lebih tahan terhadap cekaman kekeringan dan berpotensi meningkatkan hasil panen. “AWD tidak sekadar menjadi teknik pengairan, tetapi juga bagian dari strategi mitigasi yang memperkuat ketahanan sistem produksi padi,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa AWD merupakan bagian dari pendekatan climate smart agriculture yang menekankan efisiensi dan keberlanjutan, sekaligus menjaga produktivitas padi di tengah keterbatasan air pada musim kemarau.

Exit mobile version