Anak Disabilitas Surabaya Berkarya Lewat Batik

INDOPOS.ONLINE – Semangat anak-anak penyandang disabilitas dalam menghasilkan karya seni kembali menjadi sorotan. Melalui keterampilan membatik, sejumlah anak dari Rumah Anak Prestasi menunjukkan bahwa keterbatasan fisik maupun intelektual bukan menjadi penghalang untuk berkarya dan tampil percaya diri di hadapan publik.

Aksi membatik tersebut ditampilkan dalam sebuah pameran di Surabaya. Anak-anak dengan hambatan rungu, grahita, dan daksa memperlihatkan kemampuan mereka mengolah kain bermotif indah melalui teknik membatik yang membutuhkan ketelitian, kesabaran, serta kreativitas.

Kehadiran mereka merupakan bagian dari ruang inklusif yang dihadirkan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) bekerja sama dengan UMKM Zaliva. Program ini menjadi wadah bagi anak-anak disabilitas untuk mengembangkan keterampilan sekaligus memperkenalkan hasil karya mereka kepada masyarakat luas.

Sebanyak lima remaja istimewa tampil percaya diri dalam peragaan membatik. Mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis, tetapi juga berinteraksi langsung dengan pengunjung pameran. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa karya anak disabilitas memiliki nilai seni dan layak mendapat apresiasi.

Pemilik UMKM Zaliva, Zakiyah Fitri, mengatakan saat ini terdapat sekitar 30 anak disabilitas yang aktif mengasah keterampilan motorik dan kreativitas melalui kegiatan membatik dan kerajinan tangan.

Menurut Zakiyah, proses pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan tangan, tetapi juga diarahkan untuk membangun kemandirian mental anak-anak agar lebih siap menghadapi tantangan kehidupan.

“Anak-anak disabilitas memiliki semangat belajar yang luar biasa. Dengan dukungan ruang yang diberikan, mereka tidak hanya berkarya tetapi juga merasakan langsung hangatnya apresiasi dari masyarakat luas,” ujar Zakiyah Fitri.

Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman, menegaskan bahwa perusahaan meyakini setiap anak memiliki potensi yang setara. Melalui pelatihan membatik dan pembuatan kerajinan tangan secara berkelanjutan, anak-anak disabilitas didorong untuk memiliki bekal keterampilan yang dapat menopang ekonomi mereka di masa depan.

“Kami ingin mereka berani tampil dan merasakan bahwa karya yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi. Ini adalah perjalanan untuk membangun rasa percaya diri mereka agar lebih mandiri,” tutur Fajriyah Usman.

Kegiatan yang berlangsung sepanjang pekan tersebut memberikan pesan kuat tentang pentingnya ruang inklusif bagi penyandang disabilitas. Ketekunan anak-anak dalam menggoreskan malam di atas kain menjadi pengingat bahwa keterbatasan bukan hambatan untuk berdaya, melainkan dorongan untuk terus menghadirkan kesempatan yang setara bagi semua.

Relokasi Napi High Risk, DPR Soroti Keamanan

INDOPOS.ONLINE – Anggota Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, memberikan tanggapan terkait kebijakan pemindahan 263 ribu warga binaan kategori high risk ke Nusakambangan.

Menurut Andreas, kebijakan tersebut didasarkan pada pertimbangan utama aspek keamanan. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah potensi gangguan terhadap warga binaan lain sekaligus meminimalkan risiko pelarian.

“Dasarnya tentu aspek keamanan, agar tidak mengganggu dan membahayakan warga binaan lain, serta memperkecil kemungkinan melarikan diri,” ujarnya kepada Hallonews di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Terkait kapasitas Nusakambangan, ia menilai secara umum masih memadai untuk menampung warga binaan kategori high risk. “Seharusnya cukup,” katanya singkat.

Namun demikian, Andreas menekankan perlunya strategi komprehensif dari pemerintah dalam mengantisipasi overkapasitas serta potensi gangguan keamanan di lembaga pemasyarakatan. Ia menyebut penambahan kapasitas lapas dan penerapan pendekatan restoratif sebagai langkah strategis yang perlu diperkuat.

Ia juga menyoroti fakta bahwa lebih dari 50 persen warga binaan merupakan narapidana kasus narkotika, dengan sebagian besar di antaranya adalah pengguna yang seharusnya masuk dalam kategori rehabilitasi.

“Melalui pembinaan, hukuman kerja sosial, dan pendekatan rehabilitasi bisa menjadi langkah strategis. Namun, rehabilitasi juga membutuhkan fasilitas dan biaya,” jelasnya.

Dari sisi kesiapan, Andreas menilai lapas high risk di Nusakambangan relatif siap, baik dari aspek lokasi, sistem pengamanan, maupun infrastruktur pendukung.

Ia menegaskan bahwa kebijakan ini tetap mempertimbangkan prinsip hak asasi manusia (HAM), tidak hanya bagi warga binaan high risk, tetapi juga bagi warga binaan lain serta petugas lapas.

“Artinya, ada keseimbangan antara HAM warga binaan yang bersangkutan dengan HAM warga binaan lain dan petugas,” ujarnya.

Terkait mekanisme klasifikasi high risk, Andreas menjelaskan bahwa penilaian tersebut dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Lebih lanjut, ia menilai model pembinaan di Nusakambangan dapat mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan. Hal ini ditunjang oleh ketersediaan lahan pertanian serta fasilitas produksi yang memungkinkan mereka tetap produktif selama menjalani masa pidana.

“Warga binaan dilatih bekerja dan produktif sebagai bekal reintegrasi,” katanya.

Sementara itu, terkait kebutuhan anggaran pemindahan, ia menyebut besaran biaya sangat bergantung pada jarak pemindahan masing-masing warga binaan.

Dalam aspek koordinasi, Andreas menekankan pentingnya sinergi antara Kementerian Hukum dan HAM dengan aparat penegak hukum lainnya, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan HAM dan proses pembinaan.

Ia menambahkan, sejauh ini proses pemindahan berjalan normal. Namun, potensi penyimpangan tetap perlu diwaspadai, terutama jika terjadi kelalaian atau kerja sama yang tidak semestinya dari oknum petugas.

“Kalau terjadi penyelewengan biasanya karena adanya kerja sama atau pembiaran oleh petugas,” tegasnya.

Vaksinasi Campak Dewasa Didorong Nasional

INDOPOS.ONLINE – Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa mendesak pemerintah untuk menggencarkan program vaksinasi campak bagi kelompok dewasa, khususnya tenaga medis, menyusul meninggalnya seorang dokter muda akibat komplikasi penyakit tersebut.

“Kami sangat berduka. Kejadian ini adalah wake-up call yang sangat serius. Penyakit ini tidak bisa lagi dianggap remeh karena terbukti berujung pada komplikasi mematikan. Pemerintah harus menggencarkan imunisasi bagi orang dewasa, khususnya tenaga medis sebagai garda terdepan,” ujar Neng Eem di Jakarta, Selasa.

Neng Eem menegaskan bahwa wafatnya AMW (26), seorang dokter magang di Cianjur, Jawa Barat, harus menjadi titik balik bagi Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penularan campak pada kelompok usia dewasa.

Selama ini, menurutnya, program vaksinasi nasional cenderung berfokus pada anak-anak. Ia menilai, tingkat mobilitas tinggi serta intensitas interaksi tenaga medis dengan pasien menjadikan kelompok ini sangat rentan terhadap infeksi campak.

Data yang disampaikan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Hingga akhir Februari 2025, tercatat 45 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di 29 kabupaten/kota, dengan lebih dari 8.300 kasus terkonfirmasi.

“Tenaga medis setiap hari bertaruh nyawa menghadapi infeksi menular. Memastikan mereka mendapatkan imunisasi lengkap dan berkala bukan hanya soal perlindungan individu, tetapi langkah krusial untuk mencegah penularan di dalam fasilitas layanan kesehatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Neng Eem memperingatkan bahwa rendahnya cakupan imunisasi di luar kelompok usia anak-anak berpotensi melemahkan ketahanan sistem kesehatan nasional. Tanpa penguatan herd immunity di kalangan dewasa, risiko lonjakan wabah di lingkungan kerja dan fasilitas umum dinilai akan terus mengancam.

Ia juga meminta pemerintah segera melakukan pemetaan ulang serta memperluas akses vaksinasi campak bagi orang dewasa di seluruh provinsi yang terdampak KLB.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menyatakan tengah menyiapkan langkah perlindungan bagi tenaga kesehatan yang termasuk kelompok rentan terhadap campak melalui program vaksinasi.

“Apakah ada rencana vaksinasi? Ya betul, kita akan mengarah ke sana. Dan secara cepat kami juga siapkan analisis daripada uji vaksinnya, uji klinisnya, terkait dengan program vaksin yang digunakan saat ini,” kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar 8 persen kasus campak terjadi pada kelompok dewasa, meskipun mayoritas kasus masih didominasi oleh balita.

AHY–Annisa Sambut Putra Kedua Setelah 17 Tahun

INDOPOS.ONLINE – Kebahagiaan tengah menyelimuti pasangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Annisa Pohan. Setelah penantian panjang selama 17 tahun, keduanya akhirnya dikaruniai putra kedua yang lahir pada Minggu malam, 29 Maret 2026, di Rumah Sakit Pondok Indah.

Kabar bahagia tersebut disampaikan AHY melalui akun Instagram terverifikasinya. Dalam unggahan tersebut, ia mengumumkan kelahiran sang buah hati yang berlangsung dalam kondisi sehat dan selamat.

“Pada kesempatan yang berbahagia ini, tanggal 30 Maret 2026 saya menyampaikan kabar baik dari keluarga besar AHY dan keluarga besar Yudhoyono. Tepat pada malam tadi, Minggu, 29 Maret 2026, istri saya tercinta, Annisa Larasati Pohan binti Aulia Thantawi Pohan, telah melahirkan anak kedua kami dengan sehat dan selamat di Jakarta,” tulis AHY.

Bayi laki-laki tersebut diberi nama Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono dan disambut penuh haru oleh keluarga. AHY menyebut kelahiran putranya sebagai sebuah “keajaiban”, mengingat perjalanan panjang yang telah dilalui.

“Tentu kami sangat bersyukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, atas anugerah luar biasa ini. Kehadiran putra kami yang diberi nama Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono menjadi pelengkap kebahagiaan dan penyemangat baru bagi keluarga,” ujarnya.

AHY, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dalam Kabinet Merah Putih, turut menegaskan bahwa kehadiran anak kedua ini merupakan hasil dari doa, usaha, serta pengorbanan besar, khususnya dari sang istri selama masa kehamilan.

“Bagi kami kelahiran Arjuna adalah sebuah keajaiban, apalagi ini merupakan penantian yang panjang, ikhtiar yang luar biasa, serta buah dari doa, upaya, perjuangan, dan pengorbanan istri kami tercinta @annisayudhoyono. Sudah sejak lama kami berikhtiar bersama untuk menghadirkan seorang adik bagi putri kami Almira Tunggadewi Yudhoyono,” ungkap AHY.

Momen ini juga memiliki nilai emosional tersendiri, mengingat jarak usia yang cukup jauh dengan anak pertama mereka, yang kini telah beranjak remaja. Setelah hampir dua dekade, pasangan ini kembali menjalani peran sebagai orang tua dari bayi yang baru lahir.

Menutup pernyataannya, AHY menyampaikan harapan agar sang putra tumbuh menjadi anak yang sehat, saleh, dan berakhlak baik, serta kelak mampu menjadi generasi penerus bangsa.

“Kami mohon doa dari teman-teman dan seluruh masyarakat, semoga putra kami tumbuh menjadi anak yang soleh, menjadi penyejuk hati orang tua, serta kelak menjadi generasi penerus bangsa yang unggul dan mencintai negerinya. Saya juga mendoakan bagi siapa pun yang sedang berikhtiar, semoga diberikan kelancaran dan dikaruniai putra-putri yang saleh serta salehah. Aamiiin Ya Rabbal Alamin,” tutupnya.

Strategi Dapur Hadapi Ancaman El Nino Ekstrem

INDOPOS.ONLINE – Istilah “Godzilla El Nino” mungkin terdengar seperti judul film fiksi ilmiah. Namun di balik istilah tersebut, tersimpan peringatan serius terkait fenomena iklim ekstrem yang berpotensi membawa musim kemarau lebih panjang dan kering mulai April mendatang.

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah mengambil langkah antisipatif dengan memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Stok beras yang dikelola Perum Bulog tercatat meningkat signifikan sebesar 77,8% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai 4,08 juta ton. Selain itu, ketersediaan komoditas lain seperti jagung, daging, dan telur juga terus dipantau secara ketat.

“Kita harus mampu berdiri di atas kaki sendiri. Kebutuhan pangan harus ditopang hasil keringat petani kita,” tegas Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam keterangannya, Minggu.

Meski kesiapan pemerintah menunjukkan sinyal positif, peran rumah tangga tetap menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas konsumsi pangan. Dalam konteks ini, ibu rumah tangga memegang peran strategis sebagai pengelola keuangan dan logistik keluarga, terutama dalam menghadapi potensi kenaikan harga akibat dampak iklim ekstrem.

Berikut langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang terhadap kebutuhan dapur:

1. Optimalisasi Pengelolaan Stok Pangan

Pemerintah memastikan ketersediaan beras dan minyak goreng dalam kondisi aman. Namun demikian, pengelolaan stok di tingkat rumah tangga tetap diperlukan. Penerapan sistem first-in, first-out (FIFO) menjadi langkah efektif untuk menjaga kualitas bahan pangan. Disarankan untuk menjaga ketersediaan bahan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng untuk kebutuhan 2 hingga 4 minggu guna mengantisipasi fluktuasi harga di pasar.

2. Diversifikasi Sumber Karbohidrat

Ketersediaan jagung nasional saat ini berada dalam kondisi melimpah, bahkan Indonesia tidak lagi mengimpor jagung pakan sejak 2025. Kondisi ini membuka peluang untuk diversifikasi konsumsi pangan. Jagung, singkong, dan ubi dapat menjadi alternatif sumber karbohidrat yang tidak hanya bergizi, tetapi juga relatif lebih stabil dari sisi harga.

7
3. Penerapan Food Preparation

Kemarau panjang berpotensi meningkatkan harga sayuran, terutama jenis yang mudah layu. Oleh karena itu, penerapan food preparation menjadi strategi efisien. Sayuran dapat dicuci, dipotong, dan disimpan dalam wadah kedap udara untuk memperpanjang masa simpan. Selain itu, teknik pembekuan untuk bumbu dapur seperti cabai dan bawang dapat membantu menjaga ketersediaan bahan saat harga meningkat.

4. Efisiensi Penggunaan Air dan Energi

Kondisi kekeringan identik dengan keterbatasan air. Penggunaan air secara bijak menjadi langkah penting, seperti mencuci bahan makanan dalam wadah, bukan di bawah aliran air langsung. Air bekas cucian beras atau sayuran juga dapat dimanfaatkan kembali, misalnya untuk menyiram tanaman.

5. Pemanfaatan Lahan untuk Tanaman Pangan

Pemanfaatan lahan sempit melalui penanaman tanaman cepat panen seperti cabai, tomat, atau sawi dapat menjadi solusi jangka pendek. Teknik sederhana seperti penanaman dalam pot atau hidroponik memungkinkan rumah tangga tetap memiliki akses terhadap bahan pangan segar, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasar.
Menghadapi fenomena “Godzilla El Nino” tidak harus disikapi dengan kepanikan. Dengan dukungan stok nasional yang memadai serta manajemen rumah tangga yang terencana, kebutuhan pangan keluarga tetap dapat terjaga meskipun di tengah tekanan kondisi cuaca ekstrem.

Kepergian Ibunda Anji, Kisah Haru di Rumah

INDOPOS.ONLINE – Kabar duka menyelimuti dunia musik Tanah Air. Musisi Erdian Aji Prihartanto atau yang dikenal sebagai Anji kehilangan sosok ibunda tercinta, Siti Sundari, yang meninggal dunia pada 26 Maret 2026 setelah berjuang melawan penyakit jantung dan ginjal.

Usai prosesi pemakaman di TPU Mangunjaya, Anji mengungkapkan bahwa sang ibu mengembuskan napas terakhir di kediamannya, bukan di rumah sakit seperti yang sempat diduga.

Ia menjelaskan bahwa keluarga sempat membawa ibundanya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Namun, saat tiba, kondisi sang ibu diduga telah meninggal sejak masih berada di rumah.

“Mama bukannya masuk IGD karena sakit lalu meninggal, bukan. Tapi kita bawa ke IGD karena sepertinya sudah nggak ada di rumah,” ujar Anji.

Menurutnya, sang ibu telah lama menjalani pengobatan intensif akibat penyakit yang dideritanya. Kondisi kesehatan yang menurun dalam beberapa waktu terakhir menjadi bagian dari perjuangan panjang melawan penyakit jantung dan ginjal.

Momen terakhir yang dialami Anji bersama ibundanya pun menjadi kenangan mendalam. Peristiwa bermula ketika asisten rumah tangga melaporkan bahwa Siti Sundari tidak kunjung bangun pada pagi hari. Mendengar kabar tersebut, Anji yang tinggal tidak jauh dari rumah ibunya segera bergegas menuju lokasi.

Setibanya di sana, ia sempat mengira sang ibu masih tertidur. Namun, ketika berusaha membangunkan, kondisi yang dihadapi ternyata jauh lebih serius.

“Saya tepok-tepok ‘Mah, Mah, bangun Mah’, terus ngorok, terus kayaknya udah hilang di situ,” tuturnya.

Anji juga sempat merasakan denyut jantung ibundanya yang semakin melemah sebelum akhirnya berhenti. “Sebelumnya saya masih ngerasain ada denyut jantungnya lemah, tapi setelah itu kayak pas banget lagi saya pegang,” lanjutnya.

Meski kehilangan tersebut meninggalkan duka mendalam, pengalaman berada di momen terakhir sang ibu menjadi titik yang membuat Anji lebih menerima kepergian tersebut dengan ikhlas.

Ziarah Haru Rayakan Ultah Vidi Aldiano Ke-36

INDOPOS.ONLINE – Suasana haru menyelimuti makam Vidi Aldiano di TPU Tanah Kusir, Minggu (29/3/2026). Hari yang seharusnya menjadi momen ulang tahun ke-36 sang penyanyi justru diisi dengan doa bersama oleh keluarga dan para penggemar.

Puluhan penggemar tampak kompak mengenakan pakaian berwarna biru muda sambil membawa bunga mawar sebagai simbol cinta dan kenangan terhadap sosok yang mereka idolakan.

Keluarga turut hadir dalam momen tersebut, termasuk ayahanda Harry Kiss dan ibunda Besbarini. Kehadiran mereka mempertegas bahwa kenangan terhadap Vidi Aldiano tetap dijaga dengan penuh kasih oleh orang-orang terdekat.

“Vidi, hari ini kamu ulang tahun yang mengunjungi kamu banyak sekali, mudah-mudahan kamu lihat,” ujar Harry Kiss.

Momen ini menjadi bukti bahwa sosok Vidi Aldiano tetap hidup di hati banyak orang, bahkan setelah kepergiannya.

Di tengah suasana duka, Harry Kiss menghadirkan sentuhan kehangatan melalui candaan khasnya. Saat tiba di lokasi pemakaman, ia menyapa dengan gaya jenaka yang mencairkan suasana.

“Ini pengantinnya sudah datang. Mempelai perempuan mana?” ucapnya dengan nada bercanda.

Ia juga sempat berseloroh mengenai kondisi makam yang becek, bahkan melontarkan ide ringan tentang usaha sate kambing. “Ya sudah Pak Ebong bikin sate kambing saja di sini.”

Meski dibalut canda, suasana tetap terasa hangat dan penuh makna, mencerminkan cara keluarga mengenang Vidi Aldiano dengan cinta, keikhlasan, dan kenangan yang tak lekang oleh waktu.

AWD Hemat Air 20 Persen Hadapi El Nino

INDOPOS.ONLINE – Kementerian Pertanian menerapkan metode Alternate Wetting and Drying (AWD) sebagai strategi efisiensi air irigasi hingga 20 persen dalam menghadapi ancaman fenomena El Nino ekstrem atau “Godzilla El Nino” yang berpotensi memicu kekeringan berkepanjangan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa metode AWD terbukti mampu menekan penggunaan air irigasi tanpa mengurangi produktivitas padi. “Metode AWD mampu mengurangi penggunaan air irigasi hingga 20 persen tanpa menurunkan produktivitas padi. Upaya efisiensi air menjadi kunci menghadapi musim kemarau yang kian tidak menentu,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Ia menegaskan bahwa teknologi tersebut merupakan bagian dari strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, dengan fokus pada optimalisasi penggunaan sumber daya air yang semakin terbatas. Melalui metode AWD, petani dapat mengatur pemberian air secara lebih terukur sehingga tanaman tetap tumbuh optimal meskipun dalam kondisi keterbatasan air.

Lebih lanjut, Mentan menekankan bahwa pengelolaan air menjadi faktor krusial dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian. “Pengelolaan air menjadi faktor krusial dalam keberhasilan produksi pertanian. Ketersediaan air yang terencana dan efisien sangat menentukan dalam menekan risiko kekeringan serta menjaga produktivitas,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementan, Fadjry Djufry, menjelaskan bahwa metode AWD merupakan inovasi yang dirancang untuk menjawab tantangan riil di lapangan, khususnya saat musim kemarau. Teknologi ini dinilai sebagai solusi adaptif dalam menghadapi keterbatasan air, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sistem penggenangan terus-menerus.

“Sehingga lebih siap menghadapi risiko kekeringan,” ujar Fadjry.

Ia menambahkan, AWD merupakan teknologi yang dikembangkan oleh International Rice Research Institute pada 2009 dan mulai diadaptasi di Indonesia sejak 2013 oleh Kementerian Pertanian. Berdasarkan hasil pengujian selama enam musim tanam, teknik ini terbukti mampu menekan kelangkaan air di lahan sawah, bahkan berpotensi menghindarinya. “Teknologi ini dapat menghemat penggunaan air irigasi 17–20 persen,” ujarnya.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa penerapan AWD mampu menekan penggunaan air secara signifikan tanpa menurunkan produktivitas padi. Dalam kondisi tertentu, efisiensi tersebut bahkan membuka peluang perluasan layanan irigasi ke lahan lain.

Selain itu, metode ini memberikan dampak positif terhadap lingkungan, antara lain melalui perbaikan kondisi tanah serta penurunan emisi gas rumah kaca dari lahan sawah.

Analis dari BRMP Lingkungan Pertanian Kementan, Ali Pramono, menjelaskan bahwa penerapan AWD dilakukan dengan mengatur siklus pengairan berdasarkan tingkat kelembapan tanah, sehingga sawah tidak selalu dalam kondisi tergenang. “Setelah fase penggenangan awal, air dibiarkan surut hingga batas tertentu sebelum diairi kembali,” jelasnya.

Pemantauan kondisi air dilakukan menggunakan alat sederhana berupa pipa paralon berdiameter 10–15 cm dengan panjang 30–100 cm yang dilubangi di seluruh sisi, dibungkus kain kassa, dan dibenamkan hingga menyisakan 10–20 cm di atas permukaan tanah. Alat ini bekerja dengan prinsip sederhana menyerupai piezometer.

Pipa ditempatkan di area yang mudah diakses, dekat pematang, untuk memudahkan pemantauan kedalaman air yang merepresentasikan kondisi rata-rata lahan. Pengairan kembali umumnya dilakukan ketika muka air di dalam pipa turun hingga kisaran 10–15 cm di bawah permukaan tanah, kemudian air diberikan kembali secara terbatas hingga mencapai tinggi 3–5 cm guna menjaga kelembapan tanah.

Siklus ini dilakukan secara berulang dengan penyesuaian terhadap kondisi lahan dan cuaca, serta tetap menjaga ketersediaan air pada fase-fase kritis seperti pemupukan, penyiangan, hingga fase bunting dan berbunga.

Menurut Ali, penerapan AWD tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan air, tetapi juga memperbaiki kondisi perakaran dan struktur tanah, sehingga tanaman menjadi lebih tahan terhadap cekaman kekeringan dan berpotensi meningkatkan hasil panen. “AWD tidak sekadar menjadi teknik pengairan, tetapi juga bagian dari strategi mitigasi yang memperkuat ketahanan sistem produksi padi,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa AWD merupakan bagian dari pendekatan climate smart agriculture yang menekankan efisiensi dan keberlanjutan, sekaligus menjaga produktivitas padi di tengah keterbatasan air pada musim kemarau.

Patroli Gabungan di Terminal 2 Soetta Ditingkatkan, Polisi Sasar Premanisme hingga Debt Collector Ilegal

INDOPOS.ONLINE— Untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), jajaran Polsubsektor Terminal 2 Polresta Bandara Soekarno-Hatta mengintensifkan patroli gabungan di kawasan terminal serta area pendukung bandara. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk praktik premanisme dan aktivitas debt collector ilegal.

Kapolsubsektor Terminal 2 Bandara Soetta, Ipda Septian Wahyudi, menyampaikan patroli difokuskan pada titik-titik rawan untuk memastikan lingkungan bandara tetap aman dan kondusif bagi penumpang, pekerja, serta masyarakat sekitar.

Dalam pelaksanaan patroli, petugas turut memberikan perhatian pada aktivitas di area parkir. Ipda Septian menjelaskan, juru parkir diingatkan agar meningkatkan kewaspadaan saat menjalankan tugas.

“Kewaspadaan dinilai penting untuk menekan potensi kejahatan, seperti pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, hingga kejahatan konvensional lainnya,” ujarnya.

Polisi juga mengimbau masyarakat pengguna jasa parkir untuk tidak meninggalkan barang berharga di dalam kendaraan. Pasalnya, modus pecah kaca masih menjadi ancaman, terutama di area parkir yang padat aktivitas.

Ipda Septian menegaskan, masyarakat diminta segera melapor apabila menemukan atau mengalami gangguan kamtibmas. “Apabila masyarakat menemukan atau mengalami gangguan kamtibmas, agar segera melapor kepada petugas kepolisian di lokasi terdekat atau menghubungi layanan darurat Call Center 110 Polresta Bandara Soekarno-Hatta,” tegasnya.

Selain persoalan kriminalitas, kepolisian juga mengingatkan warga di sekitar kawasan bandara untuk tidak bermain layang-layang. Menurutnya, aktivitas tersebut berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan dan membahayakan operasional pesawat.

“Aktivitas tersebut berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan dan membahayakan operasional pesawat,” ucapnya.

Menutup keterangannya, Ipda Septian mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh ajakan yang bersifat anarkis. Ia menekankan pentingnya sinergi aparat dan masyarakat demi menciptakan suasana yang aman, tertib, dan nyaman di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Sinergi antara aparat dan masyarakat dinilai menjadi kunci terciptanya suasana aman, tertib, dan nyaman di lingkungan Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” pungkasnya.

Rapat Koordinasi Kelurahan Kota Bambu Utara Tegaskan Pendekatan Proaktif Pelayanan Warga

INDOPOS.ONLINE— Pemerintah Kelurahan Kota Bambu Utara menggelar Rapat Koordinasi Fungsi yang melibatkan unsur Kelurahan, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), dan para Ketua Rukun Warga (RW). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta efektivitas penanganan persoalan masyarakat di tingkat wilayah.

Rapat yang berlangsung di lingkungan Kelurahan Kota Bambu Utara tersebut dipimpin langsung oleh Lurah Kota Bambu Utara, H. Setia Budi. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya perubahan pola kerja aparatur kelurahan yang lebih responsif, konsisten, dan berorientasi langsung pada kebutuhan warga.

“Perlu ada konsistensi dalam bekerja. Setiap permasalahan jangan selalu dibawa ke kelurahan, tetapi justru lurah dan jajaran yang harus hadir langsung di lokasi permasalahan di wilayah,” tegas H. Setia Budi di hadapan peserta rapat.

Menurutnya, kehadiran pemerintah kelurahan di tengah masyarakat bukan sekadar simbol administratif, melainkan wujud nyata dari pelayanan publik yang partisipatif dan solutif. Dengan turun langsung ke lapangan, aparatur dapat memahami akar persoalan secara komprehensif sekaligus membangun kepercayaan warga terhadap pemerintah.

Selain menyoroti pendekatan lapangan, Lurah Kota Bambu Utara juga memberikan penegasan kepada seluruh kepala seksi (kasi) agar menyusun program kerja yang terencana dan terukur. Setiap kasi diwajibkan memiliki program kerja untuk jangka waktu satu tahun yang selaras dengan kebutuhan wilayah dan prioritas pembangunan kelurahan.

“Setiap kasi harus membuat program satu tahun untuk Kelurahan Kota Bambu Utara. Program itu harus jelas, terarah, dan bisa dipertanggungjawabkan manfaatnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Rapat koordinasi ini juga menjadi ruang evaluasi atas peran LMK dan RW sebagai mitra strategis pemerintah kelurahan. Sinergi yang kuat antara kelurahan, LMK, dan RW dinilai krusial dalam menjaga stabilitas sosial, mempercepat penyelesaian persoalan lingkungan, serta mendorong partisipasi aktif warga dalam pembangunan.

Dengan digelarnya rapat koordinasi ini, Pemerintah Kelurahan Kota Bambu Utara berharap tercipta pola kerja yang lebih kolaboratif, responsif, dan berkelanjutan. Pendekatan “pemerintah hadir di wilayah” diharapkan mampu menjawab tantangan pelayanan publik sekaligus memperkuat hubungan antara aparatur dan masyarakat di tingkat akar rumput.

Exit mobile version