Kemnaker Buka Peluang Magang ke Miyazaki

INDOPOS.ONLINE – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Prefektur Miyazaki, Jepang, untuk membuka peluang lebih luas bagi talenta muda Indonesia mengikuti program magang teknis di berbagai sektor industri unggulan.

Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui skema pelatihan, pengiriman, dan penerimaan peserta magang yang lebih terstruktur.

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya berfokus pada penempatan peserta magang, tetapi juga memastikan perlindungan serta keberlanjutan pengembangan karier setelah mereka kembali ke Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen Pemerintah Prefektur Miyazaki dalam memperluas peluang penempatan ini. Fokus utama kami adalah memastikan adanya kecocokan pekerjaan (job matching) agar kompetensi yang dimiliki anak muda kita selaras dengan kebutuhan industri di sana,” ujar Cris Kuntadi dalam keterangan resminya.

Hingga Mei 2026, minat talenta muda Indonesia untuk mengikuti program magang ke Jepang tercatat cukup tinggi. Sepanjang tahun berjalan, sebanyak 18.316 orang telah diberangkatkan ke Jepang. Khusus di Prefektur Miyazaki, jumlah peserta magang asal Indonesia juga menunjukkan tren peningkatan.

Untuk mendukung kesiapan calon peserta, Kemnaker telah menyiapkan berbagai balai pelatihan, baik milik pemerintah maupun swasta. Fasilitas tersebut digunakan untuk membekali peserta dengan kemampuan teknis serta penguasaan bahasa sebelum diberangkatkan ke luar negeri.

Melalui kerja sama ini, peserta magang diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman kerja profesional di Jepang, tetapi juga mampu menyerap disiplin kerja, meningkatkan kompetensi, dan memiliki peta jalan karier yang lebih jelas setelah kembali ke Indonesia.

Bekasi Terapkan Rapat ASN Berbahasa Inggris

INDOPOS.ONLINE – Pemerintah Kota Bekasi mendorong peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) melalui pendekatan yang tidak biasa. Pada Jumat (24/4), Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memimpin rapat resmi menggunakan bahasa Inggris, menandai upaya serius menghadapi tuntutan komunikasi global.

Rapat yang berlangsung di Gedung Teknis Bersama, Kecamatan Rawalumbu, membahas kelanjutan proyek Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL). Sejumlah pejabat terkait turut hadir, termasuk perwakilan PT Wangneng Bekasi Environment Nusantara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kiswatiningsih, serta Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Idi Susanto. Seluruh peserta rapat menggunakan bahasa Inggris selama pembahasan berlangsung.

Menurut Tri Adhianto, kebijakan tersebut merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas ASN sekaligus membangun budaya belajar di lingkungan pemerintahan.

“Hari ini memasuki minggu kedua kami menerapkan penggunaan bahasa Inggris dalam satu hari. Ini adalah proses untuk meningkatkan kemampuan,” ujar Tri, Jumat (24/4/2026).

Ia menegaskan, langkah ini tidak bersifat seremonial, melainkan strategi jangka panjang untuk memperkuat kesiapan menghadapi tantangan global, termasuk kerja sama internasional yang sedang dijalankan.

Salah satu contohnya adalah kolaborasi dengan perusahaan asal China, PT Wangneng Bekasi Environment Nusantara, dalam proyek PSEL yang membutuhkan komunikasi lintas bahasa secara efektif.

“Kami ingin terus belajar dan meningkatkan diri. Kerja sama ini membutuhkan komunikasi yang baik agar tidak terjadi kesalahpahaman,” katanya.

Lebih lanjut, Tri menilai penguasaan bahasa Inggris menjadi elemen krusial agar ide dan gagasan dapat tersampaikan secara presisi dalam forum internasional. Pemerintah Kota Bekasi pun berkomitmen melanjutkan program peningkatan kapasitas ASN secara berkelanjutan melalui inisiatif “One Day English”.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat transformasi Kota Bekasi menuju standar internasional, sekaligus mendorong masyarakat untuk beradaptasi dengan dinamika global yang terus berkembang.

Film Lebaran 2026 Serbu Bioskop, Raih Jutaan Penonton

INDOPOS.ONLINE – Film-film Indonesia yang mulai tayang pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan momentum libur Lebaran, berhasil menarik jutaan penonton ke bioskop nasional. Data Cinepoint untuk periode 1 Maret hingga 30 Maret 2026 mencatat capaian signifikan di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap hiburan layar lebar.

Film horor “Danur: The Last Chapter” memimpin perolehan dengan total 2.358.079 penonton. Di posisi berikutnya, film drama “Tunggu Aku Sukses Nanti” mengumpulkan 1.650.965 penonton, menunjukkan daya tarik kuat genre drama di kalangan penonton domestik.

Sementara itu, film horor “Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa” turut menembus angka satu juta penonton dengan capaian 1.066.523 penonton. Sutradara Azhar Kinoi Lubis, dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Selasa, menyampaikan apresiasi kepada publik yang telah memberikan respons positif terhadap film tersebut.

Aktris Luna Maya, yang memerankan karakter Suzzanna, menyatakan bahwa pencapaian lebih dari satu juta penonton menjadi bukti kuat bahwa sosok Suzzanna tetap memiliki tempat khusus di hati para penggemar.

Di kategori lain, film drama keluarga “Na Willa” mencatatkan 823.360 penonton sepanjang Maret. Film drama “Senin Harga Naik” memperoleh 676.436 penonton, sementara film petualangan dan fiksi ilmiah “Pelangi di Mars” meraih 219.515 penonton.

Film internasional juga menunjukkan performa kompetitif di pasar domestik. Film animasi “Hoppers” produksi Pixar mengumpulkan 728.944 penonton, sedangkan film petualangan komedi “Panda Plan: The Magical Tribe” yang dibintangi Jackie Chan meraih 211.551 penonton.

Adapun film “Kuyank” mencatatkan 195.758 penonton, sementara “Alas Roban” memperoleh 108.185 penonton selama masa penayangannya pada Maret 2026.

Capaian ini menegaskan bahwa periode libur Lebaran tetap menjadi momentum strategis bagi industri perfilman, dengan kontribusi signifikan terhadap peningkatan jumlah penonton bioskop di Indonesia.

LamiPak Raih Silver EcoVadis, Bukti Komitmen ESG

INDOPOS.ONLINE – Perjalanan panjang LamiPak dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali mencatat capaian penting pada 2026. Perusahaan penyedia solusi kemasan aseptik tersebut berhasil meraih Medali Perak (Silver Medal) dari EcoVadis, sebuah pengakuan internasional yang menempatkan LamiPak dalam jajaran 15% perusahaan paling berkelanjutan di antara lebih dari 150.000 korporasi yang dinilai di seluruh dunia.

Pencapaian ini mencerminkan peningkatan signifikan dari predikat sebelumnya, yakni Committed Badge. Sebagai lembaga pemeringkat global yang berpengaruh, EcoVadis melakukan evaluasi komprehensif terhadap empat pilar utama: lingkungan, tenaga kerja dan hak asasi manusia, etika bisnis, serta pengadaan berkelanjutan. Kenaikan peringkat tersebut menegaskan bahwa LamiPak telah memperkuat kerangka kerja Environmental, Social, and Governance (ESG) secara konsisten dalam satu tahun terakhir.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran EcoVadis Working Group yang dibentuk sebagai motor penggerak kolaborasi lintas fungsi. Tim ini melibatkan berbagai divisi strategis, mulai dari pengembangan berkelanjutan, sumber daya manusia, audit internal, hingga riset dan pengadaan. Sinergi tersebut menghasilkan sejumlah inisiatif yang berfokus pada penguatan operasional ramah lingkungan, penciptaan lingkungan kerja yang inklusif, serta peningkatan tata kelola perusahaan yang transparan. Upaya kolektif ini berkontribusi pada peningkatan skor di seluruh kategori penilaian.

Vice Chairman LamiPak, Anil Kaul, menegaskan bahwa penghargaan Medali Perak merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen perusahaan. Ia menyampaikan bahwa capaian ini bukanlah titik akhir, melainkan fondasi untuk mendorong standar keberlanjutan yang lebih tinggi di masa mendatang.

Didirikan pada 2007, LamiPak telah berkembang menjadi salah satu pemimpin industri dengan jangkauan layanan di lebih dari 86 negara. Dengan capaian terbaru ini, perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat strategi bisnis berkelanjutan, sejalan dengan upaya menciptakan industri kemasan yang tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga lebih ramah lingkungan dan berkeadilan.

DPRD Bongkar 8,6 Juta Meter Persegi Tanah Pemprov DKI Belum Bersertifikat, Dinilai Rawan Diserobot

INDOPOS.ONLINE — Persoalan penataan aset tanah milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Nuchbatillah, mengungkapkan masih terdapat hamparan lahan milik Pemprov DKI Jakarta yang hingga kini belum mengantongi sertifikat resmi.

Menurutnya, situasi ini bukan persoalan sepele. Tanpa kepastian hukum, aset daerah rentan menjadi sasaran penyerobotan, dibancak pihak tak bertanggung jawab, bahkan diperebutkan oleh pihak lain.

“Secara administrasi sebagian besar tanah tersebut sejatinya sudah tercatat sebagai aset daerah. Namun ironisnya, status hukumnya masih menggantung,” kata Nuchbatillah, Sabtu (31/1/2026).
“Pemprov DKI Jakarta punya banyak tanah yang secara data dan pencatatan sudah jelas. Tapi faktanya, belum semuanya bersertifikat,” imbuhnya.

Nuchbatillah menyebut jumlah lahan yang belum tersertifikasi bukan angka kecil. Ia menaksir sedikitnya sekitar 8,6 juta meter persegi aset tanah milik Pemprov DKI Jakarta masih belum memiliki sertifikat.

“Padahal, lahan-lahan tersebut tercatat sebagai aset negara dan sebagian berada di kawasan strategis bernilai tinggi,” ujarnya.

Legislator dari Fraksi PKS itu menilai lambannya proses sertifikasi sulit diterima akal sehat. Ia menekankan, urusan administrasi ini seharusnya dapat berjalan lebih cepat karena dilakukan antarlembaga pemerintah yang berada dalam satu garis koordinasi.

“Ini sama-sama pelat merah. Mestinya tidak ribet, tidak berputar-putar. Kalau masih bertele-tele, yang dirugikan ya negara,” tegasnya.

Tak hanya menyoroti aspek dokumen, Nuchbatillah juga mengingatkan pentingnya pengamanan fisik aset. Ia menilai tanah milik pemerintah yang dibiarkan tanpa batas jelas berpotensi memicu konflik dan sengketa di kemudian hari.

“Kalau aset itu memang milik pemerintah, ya harus dipatok, dikuasai secara fisik, dan dilengkapi dokumen hukum. Jangan sampai baru ribut setelah lahannya ditempati orang,” tukasnya.

Ia menegaskan percepatan sertifikasi aset tanah bukan semata urusan administratif, melainkan langkah strategis untuk menekan potensi konflik agraria—terutama di Jakarta yang padat dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Kalau dibiarkan, potensi sengketa akan terus muncul. Apalagi ini Jakarta, setiap jengkal tanah nilainya besar,” pungkas Nuchbatillah.

Galaxy AI Sudah Dipakai Lebih dari 400 Juta Pengguna! Kamu Siap Ikut Era Mobile AI Selanjutnya?

INDOPOS.ONLINE – AI telah mengubah cara kita dalam berkomunikasi, bekerja, dan berkreasi setiap hari. Melihat perubahan ini, Samsung memposisikan AI bukan sekadar fitur tambahan, melainkan inti dari pengalaman mobile yang relevan dengan keseharian pengguna. Pendekatan ini diwujudkan melalui pengembangan Galaxy AI yang dirancang untuk mendukung cara pengguna beraktivitas dan berinteraksi dengan perangkat Galaxy dengan lebih natural.

“Evolusi Galaxy AI bukan sekadar tentang peluncuran fitur, melainkan tentang demokratisasi teknologi. Dimulai dari Galaxy S24 di awal 2024, kini kami telah membawa pengalaman AI yang mulus ke lebih dari 400 juta pengguna di seluruh ekosistem perangkat Samsung. Kami tidak hanya mengikuti tren namun kami menetapkan standar baru sebagai pioneer Mobile AI yang sesungguhnya.” ujar Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia.

Langkah awal Samsung dalam menghadirkan kecerdasan ke genggaman pengguna

Perjalanan Galaxy AI dimulai bersama Galaxy S24 Series di tahun 2024. Saat itu Samsung memperkenalkan fondasi awal AI di ponsel pengguna yang dirancang untuk mengubah cara berkomunikasi dan mencari informasi. Hanya dalam hitungan bulan sejak diluncurkan dengan 13 bahasa, Samsung segera menambahkan Bahasa Indonesia dan berbagai opsi lainnya. Hingga penutup tahun 2024, Galaxy AI telah menguasai 20 bahasa dan menjadi andalan bagi lebih dari 200 juta perangkat global.

 

Kehadiran Galaxy AI memudahkan pengguna dalam berkomunikasi lintas batas

Dengan Galaxy S24 Series, pengguna merasakan langsung kemudahan berkomunikasi lintas batas melalui Live Translate dan Transcript Assist. Pencarian informasi pun jadi lebih revolusioner berkat Circle to Search with Google. Ini bukan sekadar fitur baru, melainkan integrasi cerdas yang membuat setiap interaksi terasa sederhana dan sangat natural.

Pendekatan yang menekankan kemudahaan penggunaan dan relevansi terhadap kegiatan pengguna sejak tahap awal inilah yang kemudian menjadi dasar bagi pengembangan Galaxy AI di generasi flagship berikutnya.

Galaxy AI yang terus disempurnakan di setiap generasi flagship

Seiring dengan evolusi lini flagship Galaxy, peran Galaxy AI juga terus disempurnakan. Samsung secara konsisten menyempurnakan Galaxy AI di setiap generasi agar perannya semakin sesuai dengan desain perangkat dan cara pengguna berinteraksi dengannya.

Dimulai dari lini Galaxy Z Fold6 dan Galaxy Z Flip6, Samsung menghadirkan pengalaman AI yang dioptimalkan untuk layar besar dan fleksibel. Melalui fitur seperti Live Interpreter Dual ScreenGenerative Edit, Portrait Studio, dan Sketch to Image, memungkinkan pengguna berkomunikasi lintas bahasa serta mengeksplorasi ide kreatif dengan cara yang lebih visual dan intuitif. Pendekatan ini menghadirkan cara baru untuk menyelesaikan berbagai aktivitas, sejalan dengan karakter perangkat foldable.

 

Pada peluncuran Galaxy S25 Series, Samsung mulai mengintegrasikan fitur AI-nya dengan Google Gemini

Perkembangan ini berlanjut pada Galaxy S25 Series yang diposisikan sebagai The True AI Companion. Dengan kemampuan memahami teks, suara, dan visual secara bersamaan, Galaxy AI menghadirkan pengalaman yang semakin personal dan kontekstual melalui fitur seperti Now Brief dan integrasi Google Gemini, hingga Audio Eraser yang memudahkan pengguna dalam berkreasi.

Evolusi ini kemudian diperkaya lagi di Galaxy Z Fold7 dan Galaxy Z Flip7, di mana Galaxy AI dioptimalkan untuk layar besar dan FlexWindow melalui AI-Optimized FlexWindow serta enhanced multimodal AI, memungkinkan AI hadir secara lebih proaktif dalam mendukung aktivitas pengguna.

Adopsi Galaxy AI yang terus meningkat di kalangan pengguna

Berkat pengembangan yang tiada henti, Galaxy AI berhasil mendapat respons positif dari pengguna di berbagai belahan dunia. Integrasi AI yang begitu halus dan menyatu dalam pengalaman perangkat Galaxy terbukti sangat relevan membantu pengguna berkomunikasi mengelola informasi dan meningkatkan produktivitas ke level yang lebih tinggi.

 

Kini, Galaxy AI telah digunakan oleh lebih dari 400 juta pengguna Samsung di seluruh dunia

Tingginya relevansi tersebut tercermin dari tingkat adopsi Galaxy AI yang terus meningkat. Hingga tahun 2025, terdapat lebih dari 400 juta pengguna Samsung yang telah menggunakan Galaxy AI secara global. Angka ini menunjukkan bahwa Galaxy AI tidak hanya hadir sebagai inovasi teknologi, tetapi telah menjadi bagian dari keseharian pengguna.

Bagi Samsung, respons ini menjadi validasi atas pendekatan yang menempatkan AI sebagai fondasi pengalaman mobile. Melalui pengembangan Galaxy AI yang terus ditingkatkan di setiap lini flagship, Samsung berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman AI yang semakin relevan, personal, dan selaras dengan cara pengguna berinteraksi dengan perangkat Galaxy dari waktu ke waktu.(SRV)

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.samsung.com/id.

 

Perlindungan Privasi Terbaru Segera Hadir di Samsung Galaxy

INDOPOS.ONLINE – Smartphone telah menjadi perangkat paling personal dalam hidup kita. Namun, kita sering menggunakannya di ruang-ruang publik dengan minim privasi, seperti kendaraan umum, lift, atau di tengah-tengah antrian. Ini kerap membuat aktivitas digital kita terbuka di hadapan orang lain. Mengingat smartphone semakin terpersonalisasi dengan rutinitas dan preferensi kita, privasi semakin menjadi perhatian pengguna.

Karena itu, Samsung akan segera memperkenalkan lapisan perlindungan privasi baru yang dirancang untuk melindungi layar smartphone terlihat orang terdekat di sekitar kita. Jadi, siapa saja bisa mengetik pesan atau kata sandi di mana saja tanpa khawatir terbaca orang lain, bahkan saat berada di transportasi umum.

Perlindungan Fleksibel Hasil Pengembangan Selama Bertahun-tahun

Orang-orang mungkin membutuhkan tingkat privasi yang berbeda. Lapisan perlindungan privasi baru ini memberi pengguna kebebasan untuk menentukan proteksi yang paling sesuai dengan kebutuhannya. Pengguna bisa menyesuaikannya untuk meningkatkan perlindungan pada aplikasi tertentu atau akses ke data sensitif di smartphone. Dengan pengaturan yang fleksibel, pengguna bisa membatasi apa yang dapat dilihat orang lain sesuai tingkat privasi yang diinginkan.

Pengguna juga bisa menentukan perlindungan di aspek-aspek tertentu di dalam smartphone, seperti notifikasi pop-up. Pendekatan bersifat personal yang dapat disesuaikan secara presisi atau dimatikan sepenuhnya ini menjadikannya perlindungan yang fleksibel, menyeluruh, dan tidak kaku.

Inovasi ini telah dikembangkan, diuji, dan disempurnakan selama lebih dari lima tahun. Selama itu, kami mempelajari cara orang-orang menggunakan smartphone, apa yang menurut mereka sangat pribadi, dan bagaimana keamanan harus diterapkan dalam keseharian. Hasilnya, sebuah perpaduan software dan hardware yang dirancang secara presisi untuk melindungi pengguna tanpa mengganggu kenyamanan.

Standar Baru Privasi di Perangkat Mobile

Ini adalah inovasi terbaru dari rangkaian terobosan di perangkat Galaxy dalam menjaga keamanan pengguna. Tidak ada privasi tanpa keamanan yang kuat. Selama lebih dari satu dekade, Samsung Knox telah mengembangkan berbagai lapisan perlindungan data di berbagai perangkat Galaxy, mulai dari pengamanan khusus untuk hardware seperti Knox Vault hingga proteksi di tingkat ekosistem seperti Knox Matrix. Lapisan perlindungan privasi terbaru melanjutkan komitmen ini dengan menjaga kerahasiaan hingga ke aspek terkecil.

Ini adalah sebuah privasi dan keamanan yang benar-benar dapat kita rasakan—dan semuanya akan segera hadir di perangkat Galaxy.(srv)

Trump Luncurkan “Trump Accounts”: Bayi AS Dapat Modal Investasi US$1.000, Target Tekan Kesenjangan Antar Generasi

INDOPOS.ONLINE — Presiden Donald Trump mengumumkan proposal kebijakan yang memberi bayi baru lahir di Amerika Serikat modal finansial awal, dengan tujuan menanamkan rasa kepemilikan sejak dini terhadap masa depan ekonomi nasional dan memperluas kesempatan meraih kesejahteraan sejak awal kehidupan.

“Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kita akan memberi setiap bayi warga Amerika kepemilikan finansial atas masa depan, sebuah awal yang kuat dalam hidup, dan peluang yang adil untuk meraih Mimpi Amerika,” kata Trump dalam pertemuan tingkat tinggi yang menandai peluncuran program Trump Accounts pada Rabu.

Program tersebut mencakup investasi awal pemerintah sebesar 1.000 dolar AS bagi setiap anak yang memenuhi syarat dan lahir pada periode 2025 hingga 2028. Trump menyebut skema ini dirancang untuk membantu anak-anak yang berpotensi memulai hidup tanpa sumber daya finansial yang memadai. Dana di rekening itu akan dikelola sebagai investasi jangka panjang dan diharapkan tumbuh seiring waktu, sehingga dapat menjadi fondasi keuangan saat anak memasuki usia dewasa.

Trump juga mengklaim program ini berpotensi menempatkan “kekayaan sebesar tiga triliun hingga empat triliun dolar AS (Rp50,1–Rp66,8 kuadriliun)” ke tangan generasi muda yang, tanpa kebijakan ini, dinilai bisa memulai hidup “dari nol.” Menurutnya, pendekatan tersebut diarahkan untuk mengurangi kesenjangan ekonomi antargenerasi sekaligus memperkuat kelas menengah di masa depan.

Dalam pernyataannya, Trump membingkai inisiatif tersebut sebagai pemutusan dari warisan fiskal pemerintahan sebelumnya. “Setiap presiden dalam sejarah modern hanya mewariskan utang kepada anak-anak kita,” kata Trump. Ia menambahkan, “Namun di bawah pemerintahan ini, kita akan meninggalkan aset nyata dan kesempatan menuju kebebasan finansial bagi setiap anak Amerika sejak mereka lahir.”

Exit mobile version