Ilham: Sampah Jakarta Tanggung Jawab Bersama

INDOPOS.ONLINE – Wakil Camat Palmerah, Muchamad Ilham, menegaskan bahwa persoalan sampah di Jakarta bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif masyarakat. Hal itu disampaikan dalam kegiatan reses anggota DPRD DKI Jakarta Komisi B, Ahmad Lukman Jupiter, SE., MM., dari Partai NasDem.

Dalam kesempatan tersebut, Ilham menyoroti peningkatan volume sampah pasca-Lebaran yang dipicu oleh tingginya aktivitas masyarakat, termasuk lonjakan kunjungan ke pasar. Ia mengajak warga untuk memahami alur pengelolaan sampah secara menyeluruh, mulai dari rumah tangga hingga berakhir di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

Ilham juga mengingatkan peristiwa longsor di zona 4A Bantar Gebang menjelang Lebaran, yang disebut sebagai dampak dari penumpukan sampah berlebih.
“Sampah itu berasal dari kita, warga Jakarta. Kenapa bisa banyak? Karena tidak dikelola dari rumah masing-masing,” ujar Ilham.

Menurutnya, persoalan utama bukan hanya keterbatasan fasilitas, tetapi juga minimnya pemanfaatan sarana yang telah disediakan pemerintah. Ia mencontohkan bantuan tempat sampah pilah dan komposter dari Dinas Lingkungan Hidup yang belum digunakan secara optimal di sejumlah wilayah.

Selain itu, Ilham menyoroti dampak lanjutan dari longsor yang menyebabkan penutupan sementara TPST Bantar Gebang oleh pihak kepolisian untuk keperluan investigasi. Kondisi ini diperparah oleh meningkatnya volume sampah menjelang Lebaran, sehingga memicu penumpukan sampah di berbagai titik di Jakarta akibat pembatasan jumlah truk pengangkut.

Lebih lanjut, Ilham menilai implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah belum berjalan optimal sejak diberlakukan hingga 2026.

“Sudah tujuh tahun, namun pelaksanaannya masih jalan di tempat, bahkan cenderung mati suri,” ungkapnya.

Dalam forum tersebut, Ilham mengimbau para Ketua RT, RW, dan masyarakat untuk mulai memilah serta mengelola sampah dari rumah. Ia juga menekankan pentingnya mengaktifkan kembali bank sampah sebagai solusi konkret untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di Bantar Gebang.

“Kalau bank sampah tidak aktif, mari diaktifkan kembali. Ini kontribusi nyata kita untuk Jakarta,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar tidak terjadi saling menyalahkan antara warga dan aparatur wilayah. Menurutnya, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama.

“Sampah adalah tanggung jawab kita masing-masing. Kita yang menghasilkan, kita juga yang harus mengelola,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ilham menyampaikan apresiasi kepada Ahmad Lukman Jupiter atas kontribusinya kepada masyarakat Palmerah, khususnya melalui bantuan satu unit mobil ambulans yang dinilai sangat bermanfaat bagi warga.
“Beliau selalu mengawal dan merealisasikan permasalahan di wilayah dengan cepat,” tambahnya.

Kegiatan reses ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat dalam mengatasi persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah berkelanjutan di Jakarta.(him)

LamiPak Raih Silver EcoVadis, Bukti Komitmen ESG

INDOPOS.ONLINE – Perjalanan panjang LamiPak dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali mencatat capaian penting pada 2026. Perusahaan penyedia solusi kemasan aseptik tersebut berhasil meraih Medali Perak (Silver Medal) dari EcoVadis, sebuah pengakuan internasional yang menempatkan LamiPak dalam jajaran 15% perusahaan paling berkelanjutan di antara lebih dari 150.000 korporasi yang dinilai di seluruh dunia.

Pencapaian ini mencerminkan peningkatan signifikan dari predikat sebelumnya, yakni Committed Badge. Sebagai lembaga pemeringkat global yang berpengaruh, EcoVadis melakukan evaluasi komprehensif terhadap empat pilar utama: lingkungan, tenaga kerja dan hak asasi manusia, etika bisnis, serta pengadaan berkelanjutan. Kenaikan peringkat tersebut menegaskan bahwa LamiPak telah memperkuat kerangka kerja Environmental, Social, and Governance (ESG) secara konsisten dalam satu tahun terakhir.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran EcoVadis Working Group yang dibentuk sebagai motor penggerak kolaborasi lintas fungsi. Tim ini melibatkan berbagai divisi strategis, mulai dari pengembangan berkelanjutan, sumber daya manusia, audit internal, hingga riset dan pengadaan. Sinergi tersebut menghasilkan sejumlah inisiatif yang berfokus pada penguatan operasional ramah lingkungan, penciptaan lingkungan kerja yang inklusif, serta peningkatan tata kelola perusahaan yang transparan. Upaya kolektif ini berkontribusi pada peningkatan skor di seluruh kategori penilaian.

Vice Chairman LamiPak, Anil Kaul, menegaskan bahwa penghargaan Medali Perak merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen perusahaan. Ia menyampaikan bahwa capaian ini bukanlah titik akhir, melainkan fondasi untuk mendorong standar keberlanjutan yang lebih tinggi di masa mendatang.

Didirikan pada 2007, LamiPak telah berkembang menjadi salah satu pemimpin industri dengan jangkauan layanan di lebih dari 86 negara. Dengan capaian terbaru ini, perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat strategi bisnis berkelanjutan, sejalan dengan upaya menciptakan industri kemasan yang tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga lebih ramah lingkungan dan berkeadilan.

Exit mobile version