Polisi Evaluasi Jalur Bocimi Rawan Kecelakaan

INDOPOS.ONLINE – Ruas Jalan Bogor-Ciawi-Sukabumi atau Bocimi masih menjadi salah satu jalur yang membutuhkan perhatian serius dalam aspek keselamatan berlalu lintas.

Tingginya volume kendaraan, terutama angkutan barang dan truk besar, membuat jalur tersebut kerap menjadi lokasi terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Unit Penegakan Hukum atau Gakkum Satlantas Polres Bogor terus melakukan evaluasi terhadap berbagai insiden yang terjadi di jalur tersebut.

Berdasarkan hasil kajian sementara, terdapat empat faktor utama yang memengaruhi tingginya angka kecelakaan di Jalur Bocimi. Keempat faktor itu meliputi faktor manusia, kendaraan, kondisi jalan, dan lingkungan.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Ares Rahman, menjelaskan bahwa faktor manusia masih menjadi penyebab dominan dalam sejumlah kasus kecelakaan.

Menurutnya, pelanggaran lalu lintas seperti berkendara dengan kecepatan berlebih, kurang disiplin, serta mengabaikan aspek keselamatan masih kerap ditemukan di lapangan.

“Dari hasil evaluasi sementara, masih ditemukan adanya pelanggaran lalu lintas seperti kecepatan berlebih, kendaraan yang tidak laik jalan, serta kurangnya disiplin pengguna jalan, khususnya kendaraan angkutan barang,” ujar Ipda Ares Rahman, dikutip wartawan media ini, Rabu (24/6/2026).

Selain perilaku pengemudi, kondisi kendaraan juga menjadi perhatian kepolisian. Kendaraan yang tidak memenuhi standar kelayakan jalan berisiko mengalami gangguan teknis yang dapat memicu kecelakaan, terutama saat melintasi jalur dengan tanjakan, turunan, dan tikungan padat.

Faktor infrastruktur jalan turut masuk dalam bahan evaluasi. Sejumlah titik di Jalur Bocimi dinilai memiliki kondisi geometrik jalan yang kurang ideal.

Kondisi tersebut berpotensi mengurangi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, khususnya bagi pengendara yang belum familiar dengan karakteristik Jalur Bocimi.

Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, kepolisian berencana berkoordinasi dengan instansi terkait sebagai penyelenggara jalan. Koordinasi itu dilakukan guna membahas langkah-langkah perbaikan yang diperlukan.

Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas tidak hanya bergantung pada kualitas infrastruktur jalan.

Kesadaran dan kedisiplinan pengguna jalan tetap menjadi faktor utama dalam mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Ipda Ares juga mengingatkan bahwa Jalur Bocimi merupakan kawasan dengan aktivitas industri yang cukup tinggi.

Banyak kendaraan angkutan barang berukuran besar melintas setiap hari di jalur tersebut. Karena itu, seluruh pengguna jalan diimbau meningkatkan kewaspadaan, menjaga jarak aman, mematuhi batas kecepatan, serta memastikan kondisi kendaraan tetap laik jalan sebelum melakukan perjalanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version