Rorotan Pangkas 6,5 Ton Sampah Harian

INDOPOS.ONLINE – Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, berhasil mengurangi volume sampah harian hingga 6,5 ton melalui gerakan pilah sampah yang dilakukan secara serentak oleh masyarakat dan pemerintah setempat, Senin (11/05/2026).

Lurah Rorotan, Ahmad Fitroh, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam mengelola sampah langsung dari sumbernya. Menurutnya, gerakan ini mampu menekan jumlah sampah yang dikirim ke RDF Rorotan dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

“Berkat kerja sama seluruh elemen masyarakat, volume sampah yang dikirim ke RDF Rorotan dan TPST Bantargebang berhasil ditekan. Dari total produksi sampah harian sekitar 40 ton, kami mampu mengurangi hingga 6,5 ton,” ujar Ahmad Fitroh di Jakarta.

Ia menegaskan, persoalan sampah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Masyarakat sebagai penghasil sampah memiliki kewajiban untuk ikut memilah dan mengolah sampahnya sendiri,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Kelurahan Rorotan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari RT, RW, LMK, Dasawisma, Posyandu, hingga kader Jumantik. Mereka turut memberikan edukasi secara masif kepada warga mengenai pentingnya pemilahan sampah dari rumah.

Ahmad juga menyebut kondisi daya tampung TPST Bantargebang yang semakin penuh menjadi peringatan bagi semua pihak untuk segera mengubah pola pengelolaan sampah. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah memulai pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga.

Sebagai bentuk dukungan, Kelurahan Rorotan bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Utara menyediakan berbagai sarana pendukung, seperti ember organik, drop point, losida, komposter, hingga bioreaktor di lingkungan RT dan RW.

“Setiap RT memiliki dua hingga empat titik drop point agar warga lebih mudah membuang sampah organik yang telah dipilah dari rumah,” jelasnya.

Sampah organik yang terkumpul kemudian dibawa ke TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk diolah menjadi bubur pakan ternak bagi maggot, ayam, dan bebek.

“Jadi, sampah tidak langsung dibuang ke RDF atau Bantargebang, tetapi dimanfaatkan kembali agar memiliki nilai guna,” tambah Ahmad.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Utara menetapkan Kelurahan Rorotan sebagai proyek percontohan pemilahan sampah mandiri. Program ini diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

“Kami terus mendorong optimalisasi pengelolaan sampah melalui program percontohan pemilahan sampah 100 persen di wilayah Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing,” ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Kota Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman.

Penguatan Adminduk di Semanan Lewat Program KAMSA

INDOPOS.ONLINE – Upaya memperkuat ketertiban administrasi kependudukan terus digencarkan di tingkat wilayah. Pos RW 09 Kelurahan Semanan menggelar sosialisasi pembentukan RW KAMSA (Kampung Sadar Administrasi Kependudukan) yang dirangkaikan dengan pelayanan administrasi kependudukan bagi warga setempat.

Program KAMSA menjadi salah satu strategi untuk memastikan masyarakat memahami pentingnya dokumen kependudukan yang lengkap, akurat, dan mutakhir. Melalui inisiatif ini, warga tidak hanya diharapkan memiliki dokumen secara fisik, tetapi juga tercatat secara valid dalam sistem data kependudukan.

Kasatpel Dukcapil Kelurahan Semanan, Aries Afriansyah, SH, menegaskan bahwa program KAMSA berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dalam layanan administrasi kependudukan. Ia menilai tertib administrasi kependudukan merupakan fondasi penting dalam berbagai aspek pelayanan publik, mulai dari akses pendidikan, kesehatan, hingga bantuan sosial.

“Dengan adanya program KAMSA, diharapkan masyarakat, khususnya warga Kelurahan Semanan, dapat terpenuhi kebutuhan dasar pelayanannya melalui administrasi kependudukan yang tertib dan valid, baik secara data maupun secara fisik sesuai domisili,” ujar Aries.

Selain sosialisasi, kegiatan ini juga menghadirkan layanan langsung bagi warga yang ingin mengurus dokumen kependudukan, seperti Kartu Keluarga, KTP elektronik, hingga pembaruan data. Pendekatan jemput bola ini dinilai efektif dalam menjangkau masyarakat yang selama ini menghadapi kendala akses maupun keterbatasan waktu.

Pendataan tidak hanya menyasar warga tetap, tetapi juga difokuskan pada penduduk non permanen di wilayah Kelurahan Semanan. Langkah ini dinilai krusial mengingat tingginya mobilitas penduduk di kawasan perkotaan, khususnya Jakarta Barat.

Pendataan penduduk non permanen mencakup informasi penting seperti domisili sementara, jenis pekerjaan, lama masa tinggal, hingga pihak yang menjadi penjamin keberadaan mereka di Jakarta. Seluruh data tersebut diverifikasi dan diketahui oleh pengurus wilayah setempat, yakni RT dan RW.

Menurut Aries, pendataan ini bertujuan menciptakan ketertiban administrasi sekaligus meningkatkan pengawasan sosial di lingkungan masyarakat. “Dengan pendataan yang jelas, keberadaan pendatang baru dapat terpantau secara administratif dan sosial, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan aman,” tambahnya.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari warga RW 09 yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperbarui data kependudukan mereka. Ke depan, program KAMSA diharapkan menjadi model pelayanan berbasis komunitas yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya administrasi kependudukan yang akurat dan berkelanjutan.

Melalui sinergi antara pemerintah kelurahan, Dukcapil, serta pengurus RT/RW, upaya mewujudkan tertib administrasi kependudukan diharapkan tidak lagi sekadar target administratif, melainkan berkembang menjadi budaya baru di tengah masyarakat.

Perempuan Lompat dari Jembatan Paledang, Hilang

INDOPOS.ONLINE – Seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya dilaporkan melompat ke jurang dari atas Jembatan Paledang menuju Sungai Cikapancilan, Kota Bogor, pada Kamis, 23 April 2026 sekitar pukul 23.00 WIB.

Hingga kini, korban belum berhasil ditemukan. Aparat wilayah bersama tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian.

Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah, Iptu Budi Setiawan, mengatakan bahwa peristiwa tersebut diketahui setelah adanya laporan dari masyarakat.

Seorang warga, Afrijal Maulana (29), yang bekerja sebagai satpam dan tinggal di Bojong Neros RT 02/07, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, menyampaikan bahwa seorang perempuan terlihat melompat ke jurang di Jalan Paledang pada Kamis tengah malam.

Berdasarkan keterangan saksi, perempuan tersebut sebelumnya berjalan kaki bersama seorang laki-laki yang diduga sebagai pasangannya. Setibanya di lokasi kejadian, keduanya terlibat pertengkaran hebat. Perempuan itu kemudian berlari ke arah jurang dan melompat.

“Setelah menerima laporan, petugas piket Polsek Bogor Tengah bersama warga dan instansi terkait melakukan pencarian ke bawah jurang. Namun korban belum ditemukan. Pada pukul 02.00 WIB Jumat (24/4/2026) pencarian dihentikan sementara, dan dilanjutkan kembali pada pukul 09.00 WIB. Hingga saat ini korban masih belum ditemukan,” ujar Iptu Budi.

Lurah Paledang, Ali Firdaus, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut, berdasarkan keterangan saksi, perempuan itu datang dari arah depan BPK Penabur bersama seorang laki-laki.

“Menurut saksi, perempuan tersebut turun dari mobil laki-laki itu, berjalan ke arah jembatan, lalu melompat ke jurang,” kata Ali.

Korban diperkirakan berusia sekitar 25 tahun, dengan ciri-ciri rambut diikat, mengenakan baju berwarna hijau dan celana legging. Sementara laki-laki yang bersamanya diperkirakan berusia sekitar 60 tahun, dengan ciri fisik menyerupai orang Arab atau India, serta memiliki hidung yang lebih mancung.

Ali menambahkan, sebelum kejadian, keduanya sempat terlibat pertengkaran. Perempuan itu kemudian menyeberang dari arah BPK Penabur dan langsung melompat dari ujung Jembatan Paledang.

Jembatan Paledang diketahui masih aktif digunakan sebagai akses penyeberangan warga, baik dari Kelurahan Paledang maupun Kampung Cimanggis.

“Kondisi sungai tidak terlalu dalam, sekitar lutut hingga paha orang dewasa. Warga sempat berbincang dengan laki-laki tersebut, namun tidak banyak informasi yang diperoleh,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pria tersebut sempat mengatakan sesuatu terkait “tersangka”, namun tidak jelas konteks yang dimaksud.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, menyatakan bahwa pihaknya bersama tim SAR gabungan masih melakukan penelusuran di lokasi kejadian.

“Belum terkonfirmasi secara A1, masih dugaan. Tim gabungan masih melakukan penelusuran,” kata Dimas.

SPDP Firli Dikembalikan, Proses Hukum Terhambat

INDOPOS.ONLINE – Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta mengembalikan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dalam perkara dugaan pemerasan yang menjerat mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri.

Langkah tersebut disampaikan Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DKI Jakarta, Dapot Dariarma, yang menjelaskan bahwa pengembalian SPDP dilakukan karena petunjuk jaksa belum dipenuhi oleh penyidik Polda Metro Jaya hingga batas waktu yang telah ditentukan.

Menurut Dapot, jaksa sebelumnya telah memberikan arahan melalui mekanisme P-19 agar penyidik melengkapi kekurangan dalam berkas perkara. Namun, hingga tenggat waktu berakhir, berkas yang diminta belum juga dikirim kembali.

“Namun, sampai tenggat berakhir, berkas yang diminta belum juga dikirim kembali,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (24/4/2025).

Ia menambahkan, kejaksaan kemudian menerbitkan pemberitahuan bahwa masa penyidikan telah habis dan secara resmi mengembalikan SPDP pada 7 Agustus 2025.

“Karena itu, kejaksaan menerbitkan pemberitahuan bahwa masa penyidikan telah habis dan mengembalikan SPDP pada 7 Agustus 2025,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dapot menjelaskan bahwa pengembalian SPDP tersebut membuat penanganan perkara secara administratif kembali ke tahap awal. Apabila penyidik ingin melanjutkan proses hukum, maka harus mengajukan SPDP baru.

“Jika penyidik ingin melanjutkan proses hukum, maka harus mengirimkan SPDP baru,” tegasnya.

Kasus dugaan pemerasan yang melibatkan Firli Bahuri menjadi perhatian publik karena proses hukumnya dinilai berjalan lambat. Berkas perkara dalam kasus ini juga tercatat beberapa kali dikembalikan oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Firli sendiri ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya pada 22 November 2023 dalam perkara dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

Sejak penetapan tersebut, publik terus menantikan percepatan proses hukum. Namun hingga memasuki tahun 2026, perkara ini belum juga berlanjut ke tahap persidangan.

Ilham: Sampah Jakarta Tanggung Jawab Bersama

INDOPOS.ONLINE – Wakil Camat Palmerah, Muchamad Ilham, menegaskan bahwa persoalan sampah di Jakarta bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif masyarakat. Hal itu disampaikan dalam kegiatan reses anggota DPRD DKI Jakarta Komisi B, Ahmad Lukman Jupiter, SE., MM., dari Partai NasDem.

Dalam kesempatan tersebut, Ilham menyoroti peningkatan volume sampah pasca-Lebaran yang dipicu oleh tingginya aktivitas masyarakat, termasuk lonjakan kunjungan ke pasar. Ia mengajak warga untuk memahami alur pengelolaan sampah secara menyeluruh, mulai dari rumah tangga hingga berakhir di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

Ilham juga mengingatkan peristiwa longsor di zona 4A Bantar Gebang menjelang Lebaran, yang disebut sebagai dampak dari penumpukan sampah berlebih.
“Sampah itu berasal dari kita, warga Jakarta. Kenapa bisa banyak? Karena tidak dikelola dari rumah masing-masing,” ujar Ilham.

Menurutnya, persoalan utama bukan hanya keterbatasan fasilitas, tetapi juga minimnya pemanfaatan sarana yang telah disediakan pemerintah. Ia mencontohkan bantuan tempat sampah pilah dan komposter dari Dinas Lingkungan Hidup yang belum digunakan secara optimal di sejumlah wilayah.

Selain itu, Ilham menyoroti dampak lanjutan dari longsor yang menyebabkan penutupan sementara TPST Bantar Gebang oleh pihak kepolisian untuk keperluan investigasi. Kondisi ini diperparah oleh meningkatnya volume sampah menjelang Lebaran, sehingga memicu penumpukan sampah di berbagai titik di Jakarta akibat pembatasan jumlah truk pengangkut.

Lebih lanjut, Ilham menilai implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah belum berjalan optimal sejak diberlakukan hingga 2026.

“Sudah tujuh tahun, namun pelaksanaannya masih jalan di tempat, bahkan cenderung mati suri,” ungkapnya.

Dalam forum tersebut, Ilham mengimbau para Ketua RT, RW, dan masyarakat untuk mulai memilah serta mengelola sampah dari rumah. Ia juga menekankan pentingnya mengaktifkan kembali bank sampah sebagai solusi konkret untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di Bantar Gebang.

“Kalau bank sampah tidak aktif, mari diaktifkan kembali. Ini kontribusi nyata kita untuk Jakarta,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar tidak terjadi saling menyalahkan antara warga dan aparatur wilayah. Menurutnya, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama.

“Sampah adalah tanggung jawab kita masing-masing. Kita yang menghasilkan, kita juga yang harus mengelola,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ilham menyampaikan apresiasi kepada Ahmad Lukman Jupiter atas kontribusinya kepada masyarakat Palmerah, khususnya melalui bantuan satu unit mobil ambulans yang dinilai sangat bermanfaat bagi warga.
“Beliau selalu mengawal dan merealisasikan permasalahan di wilayah dengan cepat,” tambahnya.

Kegiatan reses ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat dalam mengatasi persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah berkelanjutan di Jakarta.(him)

Katulampa Siaga 3, Pramono Buka Pintu Air Ciliwung: Dorong Debit ke Laut, DPRD Minta Pengerukan Tak Musiman

INDOPOS.ONLINE — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan seluruh jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat menyikapi kenaikan debit Sungai Ciliwung yang kembali memicu banjir di sejumlah wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Kenaikan muka air diketahui berasal dari Bendung Katulampa, Bogor, yang telah berstatus Siaga 3 sejak sekitar 15 jam sebelumnya. Pramono menegaskan, Jakarta sudah bersiap sejak informasi kiriman air diterima.

“Karena Katulampa dari kemarin sudah Siaga 3, maka kami di Jakarta tentu tidak tinggal diam. Semua sudah disiapkan,” ujar Pramono kepada wartawan, Sabtu (31/1/2026).

Sebagai langkah teknis, Pemprov DKI membuka sejumlah pintu air di sepanjang aliran Ciliwung. Kebijakan ini membuat beberapa kawasan yang selama ini relatif aman dari aliran limpasan akhirnya ikut dialiri, dengan tujuan menurunkan tekanan debit sungai.

“Di Manggarai juga sudah naik. Jadi mau tidak mau, daerah-daerah yang biasanya tidak dialiri harus dibuka supaya air bisa segera menuju laut,” kata Pramono.

Namun, upaya mempercepat aliran ke laut tidak berjalan sepenuhnya mulus. Pramono menjelaskan, tingginya permukaan air laut membuat air dari hulu tidak dapat langsung dilepas sekaligus. Karena itu, pengaliran dilakukan bertahap sejak pagi hari dengan memastikan fungsi pintu-pintu air berjalan optimal.

“Air dari Katulampa mulai masuk sejak pukul 09.10 WIB. Sekarang pelan-pelan kita dorong ke laut, sambil memastikan seluruh pintu air berfungsi,” ujarnya.

Dari sisi legislatif, Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin mengingatkan Pemprov agar respons tidak hanya kuat saat permukaan air sudah telanjur naik. Ia mendorong pengerukan sungai dan saluran air dilakukan rutin sepanjang tahun, bukan sekadar kegiatan musiman menjelang musim hujan.

“Sedimentasi lumpur terus terjadi di sedikitnya 13 aliran sungai di Jakarta. Tanpa pengerukan berkelanjutan, kapasitas sungai akan terus menyusut,” kata dia.

“Endapan lumpur itu tidak mengenal musim. Jadi pengerukan juga jangan musiman,” tambahnya.

Politisi PKS itu menekankan kedalaman sungai idealnya dijaga hingga lima meter agar daya tampung tetap optimal. Ia juga menyoroti sekitar 500 titik saluran penghubung yang dinilai membutuhkan perawatan serupa.

“Saluran penghubung juga harus dikeruk rutin. Jangan tunggu banjir dulu,” ujarnya.

Khoirudin menilai perawatan sungai yang konsisten menjadi kunci untuk menekan dampak banjir, baik yang dipicu kiriman air dari hulu, hujan lokal, maupun limpasan air laut.

“Kalau dirawat terus, dampaknya ke warga bisa diminimalisir,” pungkasnya.

DPRD DKI Soroti Carut-marut Parkir di Aset Pemprov: RSUD dan Pasar Jaya Jadi Contoh

INDOPOS.ONLINE — Pengelolaan parkir di atas lahan aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menjadi perhatian. Sekretaris Komisi C DPRD DKI Jakarta, Ismail, menilai hingga kini belum ada kejelasan otoritas pengelolaan parkir, terutama di sejumlah lokasi strategis seperti rumah sakit umum daerah (RSUD) dan area milik Pasar Jaya.

“Hingga kini belum ada kejelasan otoritas pengelolaan parkir, khususnya di sejumlah lokasi strategis seperti RSUD dan area milik Pasar Jaya,” kata Ismail kepada wartawan, Sabtu (31/1/2026).

Legislator Fraksi PKS itu juga mempertanyakan peran Unit Pengelola Teknis (UPT) Perparkiran yang semestinya menjadi ujung tombak pengelolaan parkir di lingkungan aset Pemprov DKI. Pasalnya, di lapangan masih ditemukan pengelolaan parkir yang dikuasai oleh beragam pihak, mulai dari organisasi kemasyarakatan hingga warga setempat.

“Banyak lahan parkir di aset milik pemerintah daerah yang faktanya sudah lebih dulu dikelola oleh pihak lain,” ujarnya.
“Ini yang perlu ditegaskan, sebenarnya kewenangan pengelolaannya ada di siapa,” imbuhnya.

Ismail menegaskan, bila kewenangan pengelolaan parkir memang berada di bawah UPT Perparkiran, maka pembenahan harus dilakukan secara menyeluruh dan konsisten. Menurut dia, pengelolaan parkir tidak boleh dibiarkan berjalan tanpa aturan yang jelas, apalagi berada di lingkungan instansi pemerintah daerah.

“Jangan sampai aset Pemprov DKI justru terkesan seperti ruang bebas yang bisa dikelola siapa saja tanpa regulasi tegas,” ucapnya.

Ia mengingatkan, kondisi semacam itu berpotensi memunculkan persoalan hukum sekaligus membuka celah kebocoran pendapatan daerah. Meski demikian, Ismail menekankan persoalan tersebut tidak boleh dijadikan alasan bagi UPT Perparkiran untuk menutupi kinerja yang dinilai belum maksimal.

Ia menilai, dalih “kalah bersaing” atau tidak mendapat ruang kelola bukan pembenaran atas lemahnya tata kelola parkir di aset milik Pemprov DKI Jakarta.

“Jangan sampai kondisi ini dijadikan alasan pembenar, seolah-olah karena sudah kalah lebih dulu lalu dianggap tidak adil. Itu tidak bisa diterima,” pungkasnya.

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

Jakarta – Hari yang sama 14 tahun lalu, Munir Said Thalib meninggal di dalam pesawat yang mengantarnya ke Amsterdam, Belanda. Munir diracun di udara.

Pollycarpus Budihari Priyanto, seorang pilot senior Garuda Indonesia saat itu, ditangkap dan diadili. Dia divonis 14 tahun penjara, tetapi majelis hakim yang mengadilinya yakin ada dalang di balik pembunuhan Munir. Siapa?

Pertanyaan itu hingga Pollycarpus akhirnya bebas tahun ini pun belum terjawab. Presiden Joko Widodo (Jokowi) didesak mengambil tindakan.

“Kembali kami menegaskan negara belum mampu membongkar konspirasi dalam kejahatan ini.

Pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa kasus pembunuhan Munir adalah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan masih sebatas janji tanpa bukti,” ujar salah satu aktivis HAM dari Kontras, Yati Andriani, di Jalan Kramat II, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (7/9/2018).

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

Garut – Setelah melakukan pencarian selama dua hari, petugas Basarnas dan Polairud menemukan jasad Maulana di Pantai Cipalawah, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Jenazah pria tersebut langsung dievakuasi petugas.

“Setelah melakukan pencarian selama 2 hari, Tim SAR Bandung akhirnya dapat menemukan korban.

Ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” kata Humas Kantor SAR Bandung Joshua Banjarnahor via pesan singkat, Sabtu (16/3/2019).

Nelayan berusia 45 tahun asal Garut ini dilaporkan hilang di pesisir Pantai Cipalawah, Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, Garut, Kamis (14/3).

Kapolsek Cibalong AKP Ridwan Tampubolon menyebutkan Maulana menghilang saat hendak mencari ikan dengan cara menyelam di pantai menggunakan busur panah.

Exit mobile version