INDOPOS.ONLINE — Presiden Donald Trump mengumumkan proposal kebijakan yang memberi bayi baru lahir di Amerika Serikat modal finansial awal, dengan tujuan menanamkan rasa kepemilikan sejak dini terhadap masa depan ekonomi nasional dan memperluas kesempatan meraih kesejahteraan sejak awal kehidupan.
“Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kita akan memberi setiap bayi warga Amerika kepemilikan finansial atas masa depan, sebuah awal yang kuat dalam hidup, dan peluang yang adil untuk meraih Mimpi Amerika,” kata Trump dalam pertemuan tingkat tinggi yang menandai peluncuran program Trump Accounts pada Rabu.
Program tersebut mencakup investasi awal pemerintah sebesar 1.000 dolar AS bagi setiap anak yang memenuhi syarat dan lahir pada periode 2025 hingga 2028. Trump menyebut skema ini dirancang untuk membantu anak-anak yang berpotensi memulai hidup tanpa sumber daya finansial yang memadai. Dana di rekening itu akan dikelola sebagai investasi jangka panjang dan diharapkan tumbuh seiring waktu, sehingga dapat menjadi fondasi keuangan saat anak memasuki usia dewasa.
Trump juga mengklaim program ini berpotensi menempatkan “kekayaan sebesar tiga triliun hingga empat triliun dolar AS (Rp50,1–Rp66,8 kuadriliun)” ke tangan generasi muda yang, tanpa kebijakan ini, dinilai bisa memulai hidup “dari nol.” Menurutnya, pendekatan tersebut diarahkan untuk mengurangi kesenjangan ekonomi antargenerasi sekaligus memperkuat kelas menengah di masa depan.
Dalam pernyataannya, Trump membingkai inisiatif tersebut sebagai pemutusan dari warisan fiskal pemerintahan sebelumnya. “Setiap presiden dalam sejarah modern hanya mewariskan utang kepada anak-anak kita,” kata Trump. Ia menambahkan, “Namun di bawah pemerintahan ini, kita akan meninggalkan aset nyata dan kesempatan menuju kebebasan finansial bagi setiap anak Amerika sejak mereka lahir.”

















