Perempuan Lompat dari Jembatan Paledang, Hilang

INDOPOS.ONLINE – Seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya dilaporkan melompat ke jurang dari atas Jembatan Paledang menuju Sungai Cikapancilan, Kota Bogor, pada Kamis, 23 April 2026 sekitar pukul 23.00 WIB.

Hingga kini, korban belum berhasil ditemukan. Aparat wilayah bersama tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian.

Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah, Iptu Budi Setiawan, mengatakan bahwa peristiwa tersebut diketahui setelah adanya laporan dari masyarakat.

Seorang warga, Afrijal Maulana (29), yang bekerja sebagai satpam dan tinggal di Bojong Neros RT 02/07, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, menyampaikan bahwa seorang perempuan terlihat melompat ke jurang di Jalan Paledang pada Kamis tengah malam.

Berdasarkan keterangan saksi, perempuan tersebut sebelumnya berjalan kaki bersama seorang laki-laki yang diduga sebagai pasangannya. Setibanya di lokasi kejadian, keduanya terlibat pertengkaran hebat. Perempuan itu kemudian berlari ke arah jurang dan melompat.

“Setelah menerima laporan, petugas piket Polsek Bogor Tengah bersama warga dan instansi terkait melakukan pencarian ke bawah jurang. Namun korban belum ditemukan. Pada pukul 02.00 WIB Jumat (24/4/2026) pencarian dihentikan sementara, dan dilanjutkan kembali pada pukul 09.00 WIB. Hingga saat ini korban masih belum ditemukan,” ujar Iptu Budi.

Lurah Paledang, Ali Firdaus, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut, berdasarkan keterangan saksi, perempuan itu datang dari arah depan BPK Penabur bersama seorang laki-laki.

“Menurut saksi, perempuan tersebut turun dari mobil laki-laki itu, berjalan ke arah jembatan, lalu melompat ke jurang,” kata Ali.

Korban diperkirakan berusia sekitar 25 tahun, dengan ciri-ciri rambut diikat, mengenakan baju berwarna hijau dan celana legging. Sementara laki-laki yang bersamanya diperkirakan berusia sekitar 60 tahun, dengan ciri fisik menyerupai orang Arab atau India, serta memiliki hidung yang lebih mancung.

Ali menambahkan, sebelum kejadian, keduanya sempat terlibat pertengkaran. Perempuan itu kemudian menyeberang dari arah BPK Penabur dan langsung melompat dari ujung Jembatan Paledang.

Jembatan Paledang diketahui masih aktif digunakan sebagai akses penyeberangan warga, baik dari Kelurahan Paledang maupun Kampung Cimanggis.

“Kondisi sungai tidak terlalu dalam, sekitar lutut hingga paha orang dewasa. Warga sempat berbincang dengan laki-laki tersebut, namun tidak banyak informasi yang diperoleh,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pria tersebut sempat mengatakan sesuatu terkait “tersangka”, namun tidak jelas konteks yang dimaksud.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, menyatakan bahwa pihaknya bersama tim SAR gabungan masih melakukan penelusuran di lokasi kejadian.

“Belum terkonfirmasi secara A1, masih dugaan. Tim gabungan masih melakukan penelusuran,” kata Dimas.

SPDP Firli Dikembalikan, Proses Hukum Terhambat

INDOPOS.ONLINE – Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta mengembalikan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dalam perkara dugaan pemerasan yang menjerat mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri.

Langkah tersebut disampaikan Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DKI Jakarta, Dapot Dariarma, yang menjelaskan bahwa pengembalian SPDP dilakukan karena petunjuk jaksa belum dipenuhi oleh penyidik Polda Metro Jaya hingga batas waktu yang telah ditentukan.

Menurut Dapot, jaksa sebelumnya telah memberikan arahan melalui mekanisme P-19 agar penyidik melengkapi kekurangan dalam berkas perkara. Namun, hingga tenggat waktu berakhir, berkas yang diminta belum juga dikirim kembali.

“Namun, sampai tenggat berakhir, berkas yang diminta belum juga dikirim kembali,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (24/4/2025).

Ia menambahkan, kejaksaan kemudian menerbitkan pemberitahuan bahwa masa penyidikan telah habis dan secara resmi mengembalikan SPDP pada 7 Agustus 2025.

“Karena itu, kejaksaan menerbitkan pemberitahuan bahwa masa penyidikan telah habis dan mengembalikan SPDP pada 7 Agustus 2025,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dapot menjelaskan bahwa pengembalian SPDP tersebut membuat penanganan perkara secara administratif kembali ke tahap awal. Apabila penyidik ingin melanjutkan proses hukum, maka harus mengajukan SPDP baru.

“Jika penyidik ingin melanjutkan proses hukum, maka harus mengirimkan SPDP baru,” tegasnya.

Kasus dugaan pemerasan yang melibatkan Firli Bahuri menjadi perhatian publik karena proses hukumnya dinilai berjalan lambat. Berkas perkara dalam kasus ini juga tercatat beberapa kali dikembalikan oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Firli sendiri ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya pada 22 November 2023 dalam perkara dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

Sejak penetapan tersebut, publik terus menantikan percepatan proses hukum. Namun hingga memasuki tahun 2026, perkara ini belum juga berlanjut ke tahap persidangan.

Bekasi Terapkan Rapat ASN Berbahasa Inggris

INDOPOS.ONLINE – Pemerintah Kota Bekasi mendorong peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) melalui pendekatan yang tidak biasa. Pada Jumat (24/4), Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memimpin rapat resmi menggunakan bahasa Inggris, menandai upaya serius menghadapi tuntutan komunikasi global.

Rapat yang berlangsung di Gedung Teknis Bersama, Kecamatan Rawalumbu, membahas kelanjutan proyek Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL). Sejumlah pejabat terkait turut hadir, termasuk perwakilan PT Wangneng Bekasi Environment Nusantara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kiswatiningsih, serta Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Idi Susanto. Seluruh peserta rapat menggunakan bahasa Inggris selama pembahasan berlangsung.

Menurut Tri Adhianto, kebijakan tersebut merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas ASN sekaligus membangun budaya belajar di lingkungan pemerintahan.

“Hari ini memasuki minggu kedua kami menerapkan penggunaan bahasa Inggris dalam satu hari. Ini adalah proses untuk meningkatkan kemampuan,” ujar Tri, Jumat (24/4/2026).

Ia menegaskan, langkah ini tidak bersifat seremonial, melainkan strategi jangka panjang untuk memperkuat kesiapan menghadapi tantangan global, termasuk kerja sama internasional yang sedang dijalankan.

Salah satu contohnya adalah kolaborasi dengan perusahaan asal China, PT Wangneng Bekasi Environment Nusantara, dalam proyek PSEL yang membutuhkan komunikasi lintas bahasa secara efektif.

“Kami ingin terus belajar dan meningkatkan diri. Kerja sama ini membutuhkan komunikasi yang baik agar tidak terjadi kesalahpahaman,” katanya.

Lebih lanjut, Tri menilai penguasaan bahasa Inggris menjadi elemen krusial agar ide dan gagasan dapat tersampaikan secara presisi dalam forum internasional. Pemerintah Kota Bekasi pun berkomitmen melanjutkan program peningkatan kapasitas ASN secara berkelanjutan melalui inisiatif “One Day English”.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat transformasi Kota Bekasi menuju standar internasional, sekaligus mendorong masyarakat untuk beradaptasi dengan dinamika global yang terus berkembang.

Ilham: Sampah Jakarta Tanggung Jawab Bersama

INDOPOS.ONLINE – Wakil Camat Palmerah, Muchamad Ilham, menegaskan bahwa persoalan sampah di Jakarta bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif masyarakat. Hal itu disampaikan dalam kegiatan reses anggota DPRD DKI Jakarta Komisi B, Ahmad Lukman Jupiter, SE., MM., dari Partai NasDem.

Dalam kesempatan tersebut, Ilham menyoroti peningkatan volume sampah pasca-Lebaran yang dipicu oleh tingginya aktivitas masyarakat, termasuk lonjakan kunjungan ke pasar. Ia mengajak warga untuk memahami alur pengelolaan sampah secara menyeluruh, mulai dari rumah tangga hingga berakhir di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

Ilham juga mengingatkan peristiwa longsor di zona 4A Bantar Gebang menjelang Lebaran, yang disebut sebagai dampak dari penumpukan sampah berlebih.
“Sampah itu berasal dari kita, warga Jakarta. Kenapa bisa banyak? Karena tidak dikelola dari rumah masing-masing,” ujar Ilham.

Menurutnya, persoalan utama bukan hanya keterbatasan fasilitas, tetapi juga minimnya pemanfaatan sarana yang telah disediakan pemerintah. Ia mencontohkan bantuan tempat sampah pilah dan komposter dari Dinas Lingkungan Hidup yang belum digunakan secara optimal di sejumlah wilayah.

Selain itu, Ilham menyoroti dampak lanjutan dari longsor yang menyebabkan penutupan sementara TPST Bantar Gebang oleh pihak kepolisian untuk keperluan investigasi. Kondisi ini diperparah oleh meningkatnya volume sampah menjelang Lebaran, sehingga memicu penumpukan sampah di berbagai titik di Jakarta akibat pembatasan jumlah truk pengangkut.

Lebih lanjut, Ilham menilai implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah belum berjalan optimal sejak diberlakukan hingga 2026.

“Sudah tujuh tahun, namun pelaksanaannya masih jalan di tempat, bahkan cenderung mati suri,” ungkapnya.

Dalam forum tersebut, Ilham mengimbau para Ketua RT, RW, dan masyarakat untuk mulai memilah serta mengelola sampah dari rumah. Ia juga menekankan pentingnya mengaktifkan kembali bank sampah sebagai solusi konkret untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di Bantar Gebang.

“Kalau bank sampah tidak aktif, mari diaktifkan kembali. Ini kontribusi nyata kita untuk Jakarta,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar tidak terjadi saling menyalahkan antara warga dan aparatur wilayah. Menurutnya, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama.

“Sampah adalah tanggung jawab kita masing-masing. Kita yang menghasilkan, kita juga yang harus mengelola,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ilham menyampaikan apresiasi kepada Ahmad Lukman Jupiter atas kontribusinya kepada masyarakat Palmerah, khususnya melalui bantuan satu unit mobil ambulans yang dinilai sangat bermanfaat bagi warga.
“Beliau selalu mengawal dan merealisasikan permasalahan di wilayah dengan cepat,” tambahnya.

Kegiatan reses ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat dalam mengatasi persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah berkelanjutan di Jakarta.(him)

Film Lebaran 2026 Serbu Bioskop, Raih Jutaan Penonton

INDOPOS.ONLINE – Film-film Indonesia yang mulai tayang pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan momentum libur Lebaran, berhasil menarik jutaan penonton ke bioskop nasional. Data Cinepoint untuk periode 1 Maret hingga 30 Maret 2026 mencatat capaian signifikan di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap hiburan layar lebar.

Film horor “Danur: The Last Chapter” memimpin perolehan dengan total 2.358.079 penonton. Di posisi berikutnya, film drama “Tunggu Aku Sukses Nanti” mengumpulkan 1.650.965 penonton, menunjukkan daya tarik kuat genre drama di kalangan penonton domestik.

Sementara itu, film horor “Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa” turut menembus angka satu juta penonton dengan capaian 1.066.523 penonton. Sutradara Azhar Kinoi Lubis, dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Selasa, menyampaikan apresiasi kepada publik yang telah memberikan respons positif terhadap film tersebut.

Aktris Luna Maya, yang memerankan karakter Suzzanna, menyatakan bahwa pencapaian lebih dari satu juta penonton menjadi bukti kuat bahwa sosok Suzzanna tetap memiliki tempat khusus di hati para penggemar.

Di kategori lain, film drama keluarga “Na Willa” mencatatkan 823.360 penonton sepanjang Maret. Film drama “Senin Harga Naik” memperoleh 676.436 penonton, sementara film petualangan dan fiksi ilmiah “Pelangi di Mars” meraih 219.515 penonton.

Film internasional juga menunjukkan performa kompetitif di pasar domestik. Film animasi “Hoppers” produksi Pixar mengumpulkan 728.944 penonton, sedangkan film petualangan komedi “Panda Plan: The Magical Tribe” yang dibintangi Jackie Chan meraih 211.551 penonton.

Adapun film “Kuyank” mencatatkan 195.758 penonton, sementara “Alas Roban” memperoleh 108.185 penonton selama masa penayangannya pada Maret 2026.

Capaian ini menegaskan bahwa periode libur Lebaran tetap menjadi momentum strategis bagi industri perfilman, dengan kontribusi signifikan terhadap peningkatan jumlah penonton bioskop di Indonesia.

Harga Pangan Nasional Naik, Cabai Tembus Rp85 Ribu

INDOPOS.ONLINE – Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat kenaikan harga sejumlah komoditas pangan utama di tingkat pedagang eceran secara nasional. Cabai rawit merah menjadi komoditas dengan harga tertinggi, mencapai Rp85.750 per kilogram (kg), sementara daging ayam ras berada di level Rp42.850 per kg.

Berdasarkan data PIHPS yang dilansir di Jakarta pada Selasa pukul 10.30 WIB, sejumlah komoditas lainnya juga menunjukkan variasi harga. Bawang merah tercatat sebesar Rp47.200 per kg dan bawang putih Rp40.450 per kg.

Pada komoditas beras, harga beras kualitas bawah I dan II masing-masing berada di angka Rp14.500 per kg. Sementara itu, beras kualitas medium I tercatat Rp16.000 per kg dan medium II Rp15.850 per kg. Untuk beras kualitas premium, harga beras super I mencapai Rp17.250 per kg, sedangkan super II berada di Rp16.800 per kg.

Harga komoditas cabai lainnya juga terpantau cukup tinggi. Cabai merah besar tercatat Rp48.800 per kg, cabai merah keriting Rp47.500 per kg, dan cabai rawit hijau mencapai Rp56.650 per kg.

Di sektor protein hewani, harga daging sapi kualitas I mencapai Rp148.450 per kg, sedangkan kualitas II berada di Rp140.200 per kg. Sementara itu, telur ayam ras dijual dengan harga Rp33.400 per kg.

Untuk komoditas gula, gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.100 per kg, sedangkan gula pasir lokal berada di Rp18.900 per kg. Adapun minyak goreng curah dijual seharga Rp19.850 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I Rp23.000 per liter, dan kemasan bermerek II Rp22.000 per liter.

Data ini menunjukkan dinamika harga pangan nasional yang masih fluktuatif, terutama pada komoditas hortikultura seperti cabai yang cenderung mengalami kenaikan signifikan.

Hashtag:

Meta deskripsi:

Vaksinasi Campak Dewasa Didorong Nasional

INDOPOS.ONLINE – Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa mendesak pemerintah untuk menggencarkan program vaksinasi campak bagi kelompok dewasa, khususnya tenaga medis, menyusul meninggalnya seorang dokter muda akibat komplikasi penyakit tersebut.

“Kami sangat berduka. Kejadian ini adalah wake-up call yang sangat serius. Penyakit ini tidak bisa lagi dianggap remeh karena terbukti berujung pada komplikasi mematikan. Pemerintah harus menggencarkan imunisasi bagi orang dewasa, khususnya tenaga medis sebagai garda terdepan,” ujar Neng Eem di Jakarta, Selasa.

Neng Eem menegaskan bahwa wafatnya AMW (26), seorang dokter magang di Cianjur, Jawa Barat, harus menjadi titik balik bagi Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penularan campak pada kelompok usia dewasa.

Selama ini, menurutnya, program vaksinasi nasional cenderung berfokus pada anak-anak. Ia menilai, tingkat mobilitas tinggi serta intensitas interaksi tenaga medis dengan pasien menjadikan kelompok ini sangat rentan terhadap infeksi campak.

Data yang disampaikan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Hingga akhir Februari 2025, tercatat 45 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di 29 kabupaten/kota, dengan lebih dari 8.300 kasus terkonfirmasi.

“Tenaga medis setiap hari bertaruh nyawa menghadapi infeksi menular. Memastikan mereka mendapatkan imunisasi lengkap dan berkala bukan hanya soal perlindungan individu, tetapi langkah krusial untuk mencegah penularan di dalam fasilitas layanan kesehatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Neng Eem memperingatkan bahwa rendahnya cakupan imunisasi di luar kelompok usia anak-anak berpotensi melemahkan ketahanan sistem kesehatan nasional. Tanpa penguatan herd immunity di kalangan dewasa, risiko lonjakan wabah di lingkungan kerja dan fasilitas umum dinilai akan terus mengancam.

Ia juga meminta pemerintah segera melakukan pemetaan ulang serta memperluas akses vaksinasi campak bagi orang dewasa di seluruh provinsi yang terdampak KLB.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menyatakan tengah menyiapkan langkah perlindungan bagi tenaga kesehatan yang termasuk kelompok rentan terhadap campak melalui program vaksinasi.

“Apakah ada rencana vaksinasi? Ya betul, kita akan mengarah ke sana. Dan secara cepat kami juga siapkan analisis daripada uji vaksinnya, uji klinisnya, terkait dengan program vaksin yang digunakan saat ini,” kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar 8 persen kasus campak terjadi pada kelompok dewasa, meskipun mayoritas kasus masih didominasi oleh balita.

Harga Pangan Nasional Stabil, Cabai Rawit Rp85.750/kg

INDOPOS.ONLINE – Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga cabai rawit merah mencapai Rp85.750 per kilogram (kg), sementara daging ayam ras berada di level Rp42.850 per kg.

Berdasarkan data PIHPS yang dilansir di Jakarta pada Selasa pukul 10.30 WIB, sejumlah komoditas pangan lainnya di tingkat pedagang eceran nasional juga menunjukkan variasi harga. Bawang merah tercatat Rp47.200 per kg, sedangkan bawang putih mencapai Rp40.450 per kg.

Untuk komoditas beras, PIHPS melaporkan harga beras kualitas bawah I dan bawah II masing-masing sebesar Rp14.500 per kg. Sementara itu, beras kualitas medium I berada di harga Rp16.000 per kg dan medium II Rp15.850 per kg. Adapun beras kualitas super I tercatat Rp17.250 per kg, serta super II sebesar Rp16.800 per kg.

Pada kelompok cabai lainnya, harga cabai merah besar mencapai Rp48.800 per kg, cabai merah keriting Rp47.500 per kg, dan cabai rawit hijau Rp56.650 per kg.

Untuk komoditas protein hewani, harga daging sapi kualitas I tercatat Rp148.450 per kg, sedangkan kualitas II berada di Rp140.200 per kg.

Sementara itu, harga gula pasir premium mencapai Rp20.100 per kg dan gula pasir lokal Rp18.900 per kg. Di sektor minyak goreng, harga minyak goreng curah tercatat Rp19.850 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I Rp23.000 per liter, serta kemasan bermerek II sebesar Rp22.000 per liter.

Selain itu, PIHPS juga mencatat harga telur ayam ras berada di level Rp33.400 per kg.

LamiPak Raih Silver EcoVadis, Bukti Komitmen ESG

INDOPOS.ONLINE – Perjalanan panjang LamiPak dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali mencatat capaian penting pada 2026. Perusahaan penyedia solusi kemasan aseptik tersebut berhasil meraih Medali Perak (Silver Medal) dari EcoVadis, sebuah pengakuan internasional yang menempatkan LamiPak dalam jajaran 15% perusahaan paling berkelanjutan di antara lebih dari 150.000 korporasi yang dinilai di seluruh dunia.

Pencapaian ini mencerminkan peningkatan signifikan dari predikat sebelumnya, yakni Committed Badge. Sebagai lembaga pemeringkat global yang berpengaruh, EcoVadis melakukan evaluasi komprehensif terhadap empat pilar utama: lingkungan, tenaga kerja dan hak asasi manusia, etika bisnis, serta pengadaan berkelanjutan. Kenaikan peringkat tersebut menegaskan bahwa LamiPak telah memperkuat kerangka kerja Environmental, Social, and Governance (ESG) secara konsisten dalam satu tahun terakhir.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran EcoVadis Working Group yang dibentuk sebagai motor penggerak kolaborasi lintas fungsi. Tim ini melibatkan berbagai divisi strategis, mulai dari pengembangan berkelanjutan, sumber daya manusia, audit internal, hingga riset dan pengadaan. Sinergi tersebut menghasilkan sejumlah inisiatif yang berfokus pada penguatan operasional ramah lingkungan, penciptaan lingkungan kerja yang inklusif, serta peningkatan tata kelola perusahaan yang transparan. Upaya kolektif ini berkontribusi pada peningkatan skor di seluruh kategori penilaian.

Vice Chairman LamiPak, Anil Kaul, menegaskan bahwa penghargaan Medali Perak merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen perusahaan. Ia menyampaikan bahwa capaian ini bukanlah titik akhir, melainkan fondasi untuk mendorong standar keberlanjutan yang lebih tinggi di masa mendatang.

Didirikan pada 2007, LamiPak telah berkembang menjadi salah satu pemimpin industri dengan jangkauan layanan di lebih dari 86 negara. Dengan capaian terbaru ini, perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat strategi bisnis berkelanjutan, sejalan dengan upaya menciptakan industri kemasan yang tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga lebih ramah lingkungan dan berkeadilan.

AHY–Annisa Sambut Putra Kedua Setelah 17 Tahun

INDOPOS.ONLINE – Kebahagiaan tengah menyelimuti pasangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Annisa Pohan. Setelah penantian panjang selama 17 tahun, keduanya akhirnya dikaruniai putra kedua yang lahir pada Minggu malam, 29 Maret 2026, di Rumah Sakit Pondok Indah.

Kabar bahagia tersebut disampaikan AHY melalui akun Instagram terverifikasinya. Dalam unggahan tersebut, ia mengumumkan kelahiran sang buah hati yang berlangsung dalam kondisi sehat dan selamat.

“Pada kesempatan yang berbahagia ini, tanggal 30 Maret 2026 saya menyampaikan kabar baik dari keluarga besar AHY dan keluarga besar Yudhoyono. Tepat pada malam tadi, Minggu, 29 Maret 2026, istri saya tercinta, Annisa Larasati Pohan binti Aulia Thantawi Pohan, telah melahirkan anak kedua kami dengan sehat dan selamat di Jakarta,” tulis AHY.

Bayi laki-laki tersebut diberi nama Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono dan disambut penuh haru oleh keluarga. AHY menyebut kelahiran putranya sebagai sebuah “keajaiban”, mengingat perjalanan panjang yang telah dilalui.

“Tentu kami sangat bersyukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, atas anugerah luar biasa ini. Kehadiran putra kami yang diberi nama Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono menjadi pelengkap kebahagiaan dan penyemangat baru bagi keluarga,” ujarnya.

AHY, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dalam Kabinet Merah Putih, turut menegaskan bahwa kehadiran anak kedua ini merupakan hasil dari doa, usaha, serta pengorbanan besar, khususnya dari sang istri selama masa kehamilan.

“Bagi kami kelahiran Arjuna adalah sebuah keajaiban, apalagi ini merupakan penantian yang panjang, ikhtiar yang luar biasa, serta buah dari doa, upaya, perjuangan, dan pengorbanan istri kami tercinta @annisayudhoyono. Sudah sejak lama kami berikhtiar bersama untuk menghadirkan seorang adik bagi putri kami Almira Tunggadewi Yudhoyono,” ungkap AHY.

Momen ini juga memiliki nilai emosional tersendiri, mengingat jarak usia yang cukup jauh dengan anak pertama mereka, yang kini telah beranjak remaja. Setelah hampir dua dekade, pasangan ini kembali menjalani peran sebagai orang tua dari bayi yang baru lahir.

Menutup pernyataannya, AHY menyampaikan harapan agar sang putra tumbuh menjadi anak yang sehat, saleh, dan berakhlak baik, serta kelak mampu menjadi generasi penerus bangsa.

“Kami mohon doa dari teman-teman dan seluruh masyarakat, semoga putra kami tumbuh menjadi anak yang soleh, menjadi penyejuk hati orang tua, serta kelak menjadi generasi penerus bangsa yang unggul dan mencintai negerinya. Saya juga mendoakan bagi siapa pun yang sedang berikhtiar, semoga diberikan kelancaran dan dikaruniai putra-putri yang saleh serta salehah. Aamiiin Ya Rabbal Alamin,” tutupnya.

Exit mobile version